
SUMENEP | Sigap88 – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kepulauan, khususnya Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep masih menghadapi kendala distribusi dan cakupan yang belum merata
Padahal program MBG yang digagas Pemerintah RI sejak Januari 2025 ini untuk meningkatkan asupan gizi bagi anak.
Namun tidak bagi anak-anak atau siswa-siswi yang ada di kepulauan Kangean, sampai saat ini masih ada yang belum menerima MBG sama sekali.
Seperti di lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta yang ada di desa Pajanangger Kecamatan Arjasa, sebagian lembaga pendidikan yang ada di desa Gelaman dan di desa Angkatan.
Kondisi ini menimbulkan kesenjangan di kalangan pelajar yang seharusnya mendapatkan hak yang sama.
Kepala desa Pajanangger membenarkan bahwa lembaga di wilayahnya memang belum terima MBG sama sekali.
“Saya sudah sampaikan, bahkan saya sampaikan kepada tim pemenangan Bapak Prabowo tentang hal ini, namun sampai saat ini belum ada kepastian kapan anak anak kita dapat program MBG, dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Arjasa Aynizar Sukma saat di hubungi melalui sambungan teleponnya menyampaikan bahwa, pihaknya tidak menerima kordinasi dari pihak SPPG.
“SPPG yang ada tidak pernah koordinasi kepada kami, jadi kami belum tahu apakah pendistribusian MBG sudah merata kesetiap lembaga apa belum di wilayah Kecamatan Arjasa,” kata camat yang akrab disapa Nizar.
Ia menegaskan, kalau memang ada lembaga sekolah di Kecamatan Arjasa belum terima MBG maka kami akan mempertanyakan hal itu kepada SPPG.
“Nanti kami tanyakan kepada SPPG kenapa saat ini belum ada lembaga yang belum terima MBG, karena MBG itu diperuntukkan terhadap anak didik di setiap lembaga seluruh Indonesia tanpa terkecuali,” tegasnya.













