JOMBANG | SIGAP88 – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat melalui transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) semakin dikukuhkan.

Hal ini ditandai dengan pelantikan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan dan Ketua Tim Pembina Posyandu Desa/Kelurahan Se-Kabupaten Jombang pada Rabu, (12/11), di Pendopo Kabupaten Jombang.

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi.

Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan layanan terpadu yang lebih luas bagi masyarakat Jombang.

Dalam sambutannya, Yuliati Nugrahani Warsubi menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen bersama untuk membina, memperkuat, dan memberdayakan Posyandu.

Transformasi Posyandu kini diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, yang menetapkan Posyandu bergerak melayani 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Transformasi Posyandu ditandai dengan perubahan pemberian pelayanan kepada masyarakat, yang tidak hanya lagi pada bidang kesehatan saja,” tutur Yuliati Nugrahani Warsubi.

Baca Juga  Akhir Bulan April 2026, Disbudporapar Sumenep Dulang PAD 30,52 Persen

“Posyandu sudah bergerak untuk melayani 6 standar Pelayanan Minimal, yaitu bidang Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman, Ketertiban Umum, Perlindungan Masyarakat dan Sosial,” paparnya.

Ia mengajak semua pihak untuk menyamakan persepsi dan mindset guna melaksanakan pelayanan 6 Bidang SPM ini, yang merupakan kewajiban untuk menuju Posyandu yang lebih baik di masa mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Budi Sarwoto, yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Budi menekankan bahwa pelantikan ini adalah tanda dimulainya tanggung jawab besar sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, yaitu memperluas fungsi Posyandu dari sekadar pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi pusat pelayanan terpadu yang menangani berbagai aspek pembangunan manusia di tingkat komunitas desa/kelurahan

Budi Sarwoto juga mengapresiasi pencapaian Kabupaten Jombang yang luar biasa.

“Walaupun seumur jagung, Tim Pembina Posyandu di Kabupaten Jombang telah masuk 8 besar terbaik ditingkat Provinsi,” ungkapnya.

Baca Juga  Wabup Sumenep Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jeren Serek

Pesannya kepada tim yang baru dilantik fokus pada Konsolidasi Kelembagaan hingga ke tingkat desa/kelurahan

Membangun Sistem Informasi Berbasis Data untuk pelayanan yang lebih baik

Meningkatkan Kapasitas Kader dan memperkuat Jejaring Kemitraan dengan swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat.

“Semoga Jombang menjadi role model transformasi posyandu, kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” harapnya.

Sementara itu Bupati Jombang, Warsubi, yang tengah berada di Jakarta menerima Penghargaan dari Kementerian Kesehatan, hadir diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Purwanto, M.KP

Dalam sambutannya Bupati Warsubi menekankan pada peran strategis Posyandu sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat paling dasar.

“Posyandu merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yang dikelola oleh, dari, dan untuk masyarakat,” tutur Purwanto membacakan sambutan Bupati.

Bupati Jombang Warsubi juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh Ketua Tim Pembina yang dilantik, dan mengingatkan bahwa jabatan ini adalah amanah yang mulia yang memerlukan dedikasi, ketulusan, dan kerja sama lintas sektor.

Baca Juga  DKPP Sumenep Catat Surplus Gabah di Triwulan Pertama Tahun 2026

Beberapa pesan Bupati Jombang diantaranya
Kader Posyandu harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya untuk menjadi agen perubahan sosial, Posyandu harus mampu menyerap aspirasi dan menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah, Pentingnya koordinasi lintas sektor yang lebih baik antara TP PKK, Dinas terkait, dan lembaga kemasyarakatan.

“Melalui semangat gotong royong, prakarsa, dan swadaya, Posyandu diharapkan dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, sehingga kesejahteraan keluarga pun dapat meningkat secara menyeluruh,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE