
PAMEKASAN | SIGAP88 – Petik Laut merupakan peristiwa ritual yang dilakukan nelayan sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa yang telah memberi limpahan hasil ikan tangkapan di laut.
Ritual ini kerap digelar oleh nelayan dari berbagai wilayah di pulau Jawa, termasuk pulau Madura, baik di wilayah pantai utara maupun selatan
Demikian pula yang dilakukan masyarakat pesisir, salah satunya di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu (13/7)
Pesta rakyat Petik Laut ini digelar selama 4 hari dari tanggal 10-13 Juni 2025
Dalam giat Petik Laut atau masyarakat Branta Pesisir menyebut dengan Rokat Tase’ ini bertemakan ‘Nelayan Bersholawat’
Ketua panitia petik laut Sultan Ali Syahbana menyampaikan, bahwa acara ini merupakan acara rutin tahunan, yang setiap tahun dilaksanakan oleh pengurus ranting Nahdlatul Ulama bersama semua Banom (Badan Otonom) yaitu Muslimat, Ansor, IPNU dan Fatayat NU.
“Untuk tahun ini masyarakat Branta Pesisir berkolaborasi dengan NU dan Nelayan” ujarnya
“NU dan kami mengakomodir keinginan masyarakat tersebut hingga terlaksananya santunan anak yatim dan Alhamdulillah sekarang bisa melaksanakan budaya pesisir, “imbuhnya
Dia menjelaskan, acara ini dimulai dari hari Kamis malam tanggal 10 Juni yang sekaligus merupakan acara pembukaan ‘Nelayan Bersholawat’ bersama Majelis At-Taufiq, kemudian dihari kedua dilanjutkan santunan anak yatim
“Sebanyak 65 anak yatim yang mendapatkan bingkisan sembako, keperluan sekolah dan uang satu juta rupiah per anak” terang Ali Syahbana
Ali menambahkan, kemudian pada hari Sabtu siang, kita laksanakan Kajian agama yang dihadiri oleh Gus Nizar Show yang dilanjutkan malamnya para nelayan menampilkan hiburan sound dari para nelayan.
“Puncak acara, kami gelar pada hari ini, Minggu 13 Juli 2025 yang merupakan acara-acara Akbar yaitu pawai petik laut budaya pesisir dan diikuti sebanyak 100 lebih kapal nelayan, ” ungkapnya
Tujuan diadakan acara petik laut dibulan Muharram ini tak lain ingin merawat tradisi dan melestarikan budaya.
“Kami ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa lautlah yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian” kata dia
“Mudah mudahan pawai budaya pesisir yang dikemas dengan acara petik laut betul-betul bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dan tentunya sebagai ajang silaturahim agar masyarakat pesisir semakin kompak” tandasnya.
Ditempat yang sama Ketua Koordinator penyelenggara, Bambang Ali Usman memanjatkan puji syukur Alhamdulillah, karena masyarakat Branta Pesisir sangat berantusias untuk merayakan tradisi petik laut ini yang juga di dukung dari semua pihak, termasuk Bank Jatim cabang Pamekasan
“Terimakasih juga kepada semua para nelayan yang sudah antusias memeriahkan acara ini” terangnya
Sekedar informasi, pagi ini akan diadakan pawai budaya pesisir dari simpang tiga Branta Pesisir menuju Pangurukan dermaga pesisir.
Kemudian dilanjutkan konvoi perahu atau larung sesaji














