
SUMENEP | Sigap88 – Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur memiliki banyak potensi daerah yang yang bernilai sejarah, termasuk keris, sehingga Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojuda menggagas buku keris untuk siswa SD.
Inisiasi tersebut disampaikan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi, saat meresmikan pembangunan Helmi Art Museum sebagai museum keris pertama di Madura. tepatnya di desa Dera Barat, Kecamatan Bluto. Senin (10/02)
Dalam kesempatan itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya literasi sejarah dan budaya bagi generasi muda.
“Pembuatan buku pengenalan tentang keris untuk siswa SD merupakan upaya pemerintah Kabupaten Sumenep agar anak sedari dini mengetahui tentang sejarah yang dimiliki oleh Kabupaten Sumenep,” kata Achmad Fauzi.
“Buku ini akan memberikan dampak positif kepada para siswa SD untuk lebih paham tentang sejarah budaya yang di miliki oleh Kabupaten Sumenep, termasuk keris,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), telah diminta untuk segera merealisasikan pembuatan buku tersebut.
Dirinya berharap buku tersebut bisa menjadi media edukasi yang menarik, sehingga anak-anak tidak hanya mengenal istilah ‘Kota Keris’ tetapi juga memahami sejarahnya.
“Saya sudah instruksikan Disbudporapar agar anak-anak SD tahu mengapa Sumenep disebut sebagai Kota Keris. Kalau bisa, harus ada buku yang dapat mereka baca, sehingga paling tidak mereka paham satu atau dua jenis keris berikut sejarahnya,” paparnya.
Dengan adanya buku ini, Bupati Fauzi berharap seni dan budaya khas Sumenep tidak tergerus oleh zaman.
Pengenalan sejarah dan budaya kepada generasi muda sambung politisi PDI-P ini merupakan langkah penting untuk menjaga identitas daerah.
Pembuatan buku ini nantinya akan melibatkan berbagai pihak, termasuk sejarawan, budayawan, dan akademisi, guna memastikan isi yang akurat dan menarik bagi anak-anak.
“Kami sangat optimis buku ini akan menjadi tonggak penting dalam melestarikan budaya keris di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat identitas Sumenep sebagai Kota Keris,” pungkasnya.












