SUMENEP | SIGAP88 – Program Pelayanan Kesehatan bergerak yang merupakan inisiasi dari mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa sangat mengena kepada masyarakat

Kepala Puskesmas Nonggunong, kepulauan Sapudi, Bambang Yulianto, mengapresiasi program Pelayanan Kesehatan Bergerak yang melakukan operasi segala penyakit yang diderita oleh masyarakat.

“Dengan program Pelayanan kesehatan bergerak ini dapat mempermudah masyarakat menerima layanan operasi,” kata Bambang Yulianto. Sabtu (26/10).

Bambang menjelaskan bahwa di Puskesmas Nonggunong melayani operasi masyarakat Nonggunong dan masyarakat Gayam meliputi, Obgyn, bedah Mayor dan Minor, dan THT

Baca Juga  Electric Vehicle Jadi Primadona, PLN UP3 Madura Dorong Budaya Ramah Lingkungan lewat Program PLN Clean Energy Day

“Calon pasien Obgyn setelah di lakukan screening tidak ada yang harus dilakukan operasi,” kata Bambang.

Sedangkan untuk calon pasien bedah Minor dan Mayor sebanyak 88 orang, dilakukan screening dan kemarin Jum’at (25/10) yang dilakukan tindakan operasi 14 pasien, hari ini yang dilakukan tindakan 28 pasien, dan besok yang akan dilakukan tindakan 18 pasien.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-05 Larangan Dampingi Petani Desa Panaguan Rawat Tanaman Holtikultura

“Untuk THT yang dilakukan screening 35 orang dan yang dilakukan tindakan 3 pasien. “Sampai saat ini pasien yang dilakukan tindakan tidak ada keluhan,” jelasnya.

Salah satu keluarga pasien yang bernama Nanang menyampaikan, dengan adanya program Pelayanan Kesehatan Bergerak akan meringankan biaya bagi keluarga pasien.

“Sebagai warga kepulauan kami sangat terbantu, dapat mengurangi biaya, walaupun biaya operasi dapat gratis dari pemerintah dengan program UHC, tapi biaya transportasi dan biaya hidup di rumah sakit daratan sangat besar,” ungkap Nanang

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE