Surabaya | SIGAP88 – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjadi saksi pengambilan sumpah/janji pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio Masa Jabatan 2019-2024 pada Rapat Paripurna DPRD Jatim di Gedung DPRD Jawa Timur, Rabu (7/2/2024).

Prosesi pengambilan sumpah/janji dipandu oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

Diketahui, Hari Istu Subagio menjadi pimpinan DPRD Jatim menggantikan pimpinan DPRD sebelumnya yakni Sahat Tua Simanjuntak yang tersandung kasus

“Kami atas nama Pemprov Jatim menyampaikan selamat atas pengambilan sumpah/janji Pimpinan DPRD Jatim Mayjen TNI (Purn) Hari Istu Subagio. Semoga bisa memberikan dampak yang luas bagi masyarakat Jawa Timur,” kata Gubernur Khofifah.

Baca Juga  Pemkab Jombang Sterilkan Zona Merah dari PKL, Kawasan Alun-Alun Kini Lebih Tertib dan Nyaman

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah berharap, Istu Hari Subagio dapat menjaga soliditas, sinergitas dan kekompakan yang selama ini terjalin antara jajaran eksekutif (Pemprov Jatim) dengan jajaran legislatif (DPRD Jatim).

Suasana soliditas, sinergitas dan kekompakan yang telah terbangun, kata Gubernur Khofifah, menjadi modal dalam menghadapi tahun politik.

Terlebih, beberapa hari mendatang, tepatnya pada 14 Februari 2024 akan dilaksanakan Pemilu memilih pemimpin bangsa untuk lima tahun ke depan.

Baca Juga  Danrem 084 Bhaskara Jaya Serahkan Jabatan Dandim 0827 Sumenep

“Kami berharap, pengambilan sumpah dan janji Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio dapat menjaga serta melanjutkan soliditas, sinergitas dan kekompakan antara eksekutif dan legislatif utamanya menghadapi tahun pemilu pada 14 Februari 2024 mendatang,” ujarnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, suasana aman, damai dan kondusif menjelang Pemilu harus tetap dijaga melalui berbagai upaya.

Sebagai provinsi yang menjadi Hubungan bagi Indonesia bagian timur, Jawa Timur adalah barometer dalam hal apapun bagi terciptanya stabilitas secara nasional.

Baca Juga  Pasca Gempa Bumi 7,6 SR, TPK Bitung dan TPK Ternate Kembali Beroperasi

“Jawa Timur tidak boleh batuk. Kalau batuk, dropletnya ke ibu kota. Maka kita perlu jaga bersama. Mari kita jaga Jatim guyub rukun,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE