SURABAYA | SIGAP88 – Upaya memperkuat ekosistem pesisir Surabaya terus dilakukan melalui penanaman mangrove di kawasan Adventure Land Romokalisari, Kecamatan Benowo. Kali ini, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menambah kawasan hijau dengan menanam 2.000 bibit mangrove sebagai bagian dari program keberlanjutan lingkungan bertajuk Donasi Oksigen.

Penanaman dilakukan bersama Yayasan Omah Boso yang bertindak sebagai mitra pelaksana di lapangan. Kegiatan tersebut menjadi kelanjutan program rehabilitasi pesisir yang sebelumnya telah menyasar kawasan Sontoh Laut, Surabaya, dan wilayah Manyar, Kabupaten Gresik.

Dengan tambahan 2.000 bibit di Romokalisari, total mangrove yang telah ditanam TPS di kawasan pesisir Surabaya dan Gresik kini mencapai 7.000 pohon. Sebelumnya, sebanyak 3.000 bibit ditanam di Sontoh Laut, sedangkan 2.000 bibit lainnya ditanam di kawasan pesisir Manyar.

Program Donasi Oksigen tidak hanya berfokus pada kegiatan penanaman. TPS menerapkan pendekatan berkelanjutan mulai dari proses pembibitan, perawatan hingga penyaluran bibit ke sejumlah kawasan pesisir yang dinilai membutuhkan rehabilitasi lingkungan.

Kawasan Romokalisari dipilih karena memiliki peran strategis sebagai wilayah pesisir Surabaya Barat yang terus berkembang. Kehadiran mangrove di kawasan tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan alami terhadap abrasi, meningkatkan kualitas ekosistem pesisir, sekaligus mendukung upaya penyerapan emisi karbon.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab lingkungan secara berkelanjutan.

“Program Donasi Oksigen merupakan upaya berkelanjutan TPS dalam memastikan bahwa setiap proses pembibitan mangrove memberikan dampak nyata melalui penanaman di berbagai wilayah pesisir. Kegiatan di Romokalisari ini menjadi bagian dari perluasan manfaat tersebut, sehingga kontribusi TPS terhadap lingkungan terus bertambah,” ujar Erika, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan program konservasi tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

“Sinergi dengan mitra pelaksana seperti Yayasan Omah Boso menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas program, sehingga manfaat ekologis dan sosialnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.

Selain memperkuat kawasan hijau pesisir, program tersebut juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami untuk mengurangi risiko abrasi dan intrusi air laut, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota pesisir serta berpotensi dikembangkan sebagai sarana edukasi dan wisata berbasis konservasi lingkungan.

Melalui penanaman yang dilakukan secara bertahap, TPS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pelestarian kawasan pesisir sekaligus berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim melalui rehabilitasi ekosistem mangrove.

☕
Traktir Kopi SIGAP88
Dukung SIGAP88 untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Dukung SIGAP88
📰 Baca Versi E-Paper
Baca berita ini dalam tampilan koran digital SIGAP88.
BUKA VERSI KORAN