Sumenep | Sigap88 – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) desa Aeng Anyar Kecamatan Gili Genting Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memberikan pelatihan kepada masyarakat Aeng Anyar tentang pembuatan gula Siwalan.

“TP PKK desa Aeng Anyar memberikan pelatihan kepada masyarakat agar produk gula Siwalan asli kepulauan Gili genting tetap lestari,” kata kepala desa (Kades) Aeng Anyar Helmi Malik. Rabu (15/03).

Dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dapat melestarikan gula Siwalan. “Saat ini gula Siwalan dapat dinikmati oleh masyarakat Gili genting sendiri bahkan sampai ke Jakarta,” ucapnya..

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-01 Pamekasan Dampingi Giat Posyandu di Kelurahan Gladak Anyar

“Gula Siwalan sangat praktis dan harganya ekonomis, dapat dijangkau oleh masyarakat kecil dan buat oleh oleh,” ujarnya.

Produk gula Siwalan telah terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan berbentuk Hum industri

“Pengrajin gula Siwalan yang merupakan binaan TP PKK desa Aeng Anyar dapat support dari CSR Medco energi,” papar Helmi.

Baca Juga  Ratusan Warga Desa Tanjung Kiaok Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan oleh Pustu di Balai Desa

Dirinya berharap, masyarakat bisa melestarikan produk lokal gula Siwalan, karena saat ini regenerasi sudah berkurang.

“Kamu tetap memberikan sosialisasi kepada regenerasi untuk mengembangkan usaha yang dapat menunjang ekonomi masyarakat,” imbuhnya

Dirinya berharap pula agar pemerintah daerah memberikan support kepada masyarakat agar usaha UMKM tentang produk gula Siwalan bisa bergerak menembus pasar.

Baca Juga  Telkom Percepat Transformasi Bisnis dan Optimalisasi Aset

“Demi mengembangkan UMKM di kecamatan Gili Genting, mohon kepada pihak pemerintah memberikan support baik dari segi produk dan pemasarannya,” pungkas Helmi.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE