JOMBANG | SIGAP88 – RSUD Jombang menggelar seminar tenaga medis dan masyarakat umum dalam rangka memperingati Hari Pendengaran Sedunia 2026, Selasa (5/5/2026), di Ruang Pertemuan Wahab Hasbullah, RSUD Kabupaten Jombang.

Mengusung tema “Waspada Keterlambatan Bicara Pada Anak, Deteksi Dini dan Penanganannya”, kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Pendengaran Sedunia yang telah dimulai sejak 11 April 2026.

Direktur RSUD Kabupaten Jombang, dr. Pudji Umbaran, M.KP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini gangguan pendengaran yang berpotensi memicu keterlambatan bicara atau speech delay pada anak.

Usai membuka acara, dr. Pudji Umbaran mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen RSUD Jombang dalam memberikan edukasi kepada tenaga medis maupun masyarakat luas.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-10 Waru Dampingi Posyandu di Desa Tampojung Tengah

“Hari ini adalah rangkaian kegiatan Hari Pendengaran Sedunia yang sudah kita laksanakan mulai 11 April 2026, dan hari ini merupakan acara puncaknya yang kita laksanakan dengan agenda seminar, baik untuk tenaga medis maupun masyarakat awam. Kami memberikan pencerahan mulai dari deteksi dini sampai dengan penanganannya,” ujarnya saat diwawancarai usai membuka acara.

Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan kondisi di masyarakat, di mana kasus keterlambatan bicara pada anak perlu mendapat perhatian serius.

“Speech delay harus kita waspadai, karena pasti ada problem yang dialami anak-anak. Anak-anak ini bukan hanya tumbuh, tetapi harus berkembang dengan baik. Salah satu perkembangan yang baik adalah seluruh organ tubuh harus berfungsi optimal, termasuk pendengaran.
Karena itu deteksi dini harus dilakukan mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama,” tegasnya.

Baca Juga  Kadisdik Sumenep Tegaskan Telah Serahkan Data Siswa Penerima MBG ke Koordinator

Ia berharap melalui seminar ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak semakin meningkat.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini termasuk sosialisasi yang dilakukan lewat podcast, radio, dan juga pemberitaan oleh teman-teman media, masyarakat akan semakin waspada terhadap speech delay pada anak-anak kita,” katanya.

dr. Pudji juga berpesan kepada para orang tua agar lebih memperhatikan tumbuh kembang anak, terutama fungsi pendengaran dan penglihatan yang kerap luput dari perhatian.

“Terkadang orang tua tidak memperhatikan hal-hal tersebut, padahal itu berdampak besar pada kualitas tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa RSUD Jombang memiliki program PKRS (Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit) yang secara aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, baik di dalam maupun di luar rumah sakit.

Baca Juga  Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Minta Pemda Fasilitas Bank Darah di RSUD Abuya Kangean

“Kami sudah mengagendakan kegiatan sosialisasi ke lapangan dan kemungkinan akan bekerja sama dengan DPRD, khususnya Komisi D, untuk memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat, termasuk terkait kesehatan pendengaran,” ungkapnya.

Melalui seminar ini, RSUD Jombang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan, khususnya pada bidang tumbuh kembang anak dan deteksi dini gangguan pendengaran, demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE