
SUMENEP | SIGAP88 – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau Dinkes P2KB Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar vaksinasi masal guna memutus mata rantai penularan penyakit campak.
Pelaksanaan vaksinasi pertama kali dilakukan oleh Dinkes P2KB Sumenep di lembaga pendidikan TK Pertiwi kota Sumenep. Senin (25/08).
Kepala Dinkes P2KB Sumenep drg Elya Fardasah menyampaikan kepada awak media, demi memutus mata rantai virus campak maka perlu dilakukan vaksinasi.
Ia menyampaikan, di kabupaten Sumenep pasien penderita campak yang meninggal sebanyak 17 pasien.
“Sampai saat ini penderita campak yang meninggal sebanyak 17 pasien,” kata drg Elya
Maka dari itu, pihaknya melakukan imunisasi campak serentak baik daratan maupun kepulauan.
Dengan target sasaran sebanyak 74 ribu lebih dan target pencapaian kami harus 95 persen.
“Kami melaksanakan ORI (Outbreak Response Immunization) ini 2 Minggu dan kami, lakukan evaluasi, apabila ada yang belum tercapai akan dilakukan penyisiran selama seminggu kedepannya,” ujarnya.
“Hari ini 26 Puskesmas baik daratan dan kepulauan dilakukan imunisasi serentak untuk anak umur O sampai 5 tahun dan bertahap kepada anak sekolah,” jelasnya.
“Kami dinas kesehatan dan puskesmas juga mempunyai aplikasi SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) untuk memantau suspect campak,” tutupnya.
Sementara itu Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim berharap masyarakat mendukung pelaksanaan vaksinasi campak ini, untuk memutus mata rantai penyakit campak.
“Kami harapkan kepada semua pihak dukungannya agar pelaksanaan vaksinasi ini berjalan lancar dan sukses sehingga penyakit campak di Kabupaten Sumenep teratasi,” harapnya














