PELNI resmi memulai program Tol Laut 2026 dengan melepas pelayaran perdana dari Surabaya untuk mendukung kelancaran distribusi logistik ke wilayah 3TP.

SURABAYA | SIGAP88 – PT PELNI (Persero) meluncurkan pelayaran perdana program Tol Laut tahun 2026, Sabtu (10/1), di Kade Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak.

Dalam peluncuran itu, PT PELNI menargetkan pengurangan disparitas harga di wilayah Terpencil, Terdepan, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) hingga 40 persen.

Direktur Utama PT PELNI, Tri Andayani, atau akrab disapa Anda, menyampaikan bahwa pelayaran perdana menggunakan KM Logistik Nusantara 3 ini menandai komitmen perusahaan untuk terus mewujudkan pemerataan dengan mengurangi disparitas harga di seluruh Indonesia.

“Program ini akan mendistribusikan barang kebutuhan pokok secara rutin. Dengan Tol Laut, disparitas harga bisa dikurangi hingga 20–40 persen,” kata Tri Andayani

Dalam pelayaran perdana tahun 2026 ini, KM Logistik Nusantara 3 mengangkut 78 twenty-foot equivalent unit (TEUs) muatan kering dan 4 TEUs muatan beku. Sebanyak 78 TEUs muatan tersebut didominasi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, air mineral, serta ayam beku

Baca Juga  Pelindo Terminal Petikemas Catat Arus Peti Kemas di TPK Sorong Tumbuh 10% pada Triwulan I Tahun 2026

“Kami ingin memastikan distribusi bahan pokok penting (bapokting) ke wilayah 3TP tepat waktu dan berkelanjutan. Kami juga memastikan terus menjaga koordinasi lintas pemangku kepentingan agar jadwal distribusi tidak berubah. Kami berkomitmen mendukung konektivitas dan pemerataan logistik nasional,” terang Tri Andayani.

Tri Andayani menjelaskan bahwa KM Logistik Nusantara 3 ditugaskan secara khusus melayani trayek wilayah 3TP. Pada tahun 2026, terdapat penyesuaian rute khusus untuk KM Logistik Nusantara 3, yakni Tanjung Perak – Wanci – Namrole – Tanjung Perak.

Penyesuaian trayek ini dilakukan untuk mengoptimalkan jangkauan layanan Tol Laut sesuai dengan kebutuhan distribusi logistik di wilayah tujuan.

“Pada tahun 2025, KM Logistik Nusantara 3 melayani Trayek T-6, yaitu Tanjung Perak – Tidore – Jailolo – Tanjung Perak. Ada penyesuaian untuk tahun 2026,” jelasnya

Baca Juga  Polda Jatim Bongkar 66 Kasus Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi, 79 Tersangka Ditangkap

Pada tahun 2026, PELNI kembali dipercaya melayani delapan trayek seperti tahun sebelumnya. Jumlah tersebut mencakup hampir 20 persen dari total trayek Tol Laut secara nasional.

“Kami juga mengajak pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan muatan balik melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah agar distribusi logistik dapat berjalan lebih seimbang dan berkelanjutan,” pungkas Anda.

Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Surabaya, Roni Abdullah, menyampaikan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran program Tol Laut. Pada tahun 2026, PELNI mengoperasikan empat trayek kapal Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya untuk melayani distribusi logistik ke berbagai wilayah 3TP.

“Sepanjang tahun 2025, total muatan Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya mencapai 5.697 TEUs. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 43 persen dari total produksi muatan berangkat tahun 2025. Capaian ini mencerminkan peran Surabaya sebagai hub logistik nasional serta komitmen PELNI dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bapokting bagi wilayah 3TP,” jelasnya.

Baca Juga  Polda Jatim Bongkar Jaringan Penyelundupan Satwa Dilindungi, 11 Tersangka Diamankan

Dalam acara seremonial pelayaran perdana KM Logistik Nusantara 3 ini, turut hadir Direktur Utama PELNI Tri Andayani, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Kokok Susanto, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Kementerian Perhubungan Ciptadi Diah Prihandoyono, beserta jajaran dan para pemangku kepentingan kepelabuhanan

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE