
JOMBANG | SIGAP88 – Perhutani KPH Jombang menggandeng muspika melalui pendekatan dan pembinaan untuk memastikan keamanan pesanggem anggota LMDH Andika Wana Lestari Desa Sumberjo yang tinggal didalam hutan.
āDari empat Pesanggem tersebut, menempati wilayah hutan BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Jabung, administratif masuk Desa Sumberjo Kecamatan Wonosalam Jombang, dan perbatasan dengan Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo Mojokertoā kata Administratur Perhutani KPH Jombang, Enny Handayani, Kamis(4/12)
Dibalik kelestarian hutan tahun 2025 setelah paska penjarahan hutan 1998/1999 menjadikan hutan gundul di RPH Lebak Jabung.
āPada tahun 2000 ada 15 kepala keluarga Pesanggem asal luar daerah karena kesulitan mencari penggarap kala itu, sampai saat ini tersisa yang tinggal beberapa kepala keluarga, selebihnya sudah kembali pulang ke rumah asal masing masing yang kebanyakan dari Nganjukā jelasnya
Enny menjelaskan, mereka mendirikan gubuk sementara sebagai tempat singgah, berteduh dan istirahat sekaligus untuk mengawasi pertanian mereka agar tak gagal panen karena serangan babi hutan, kera dan hama lain.
āSelain itu agar mereka sewaktu waktu bisa ikut bekerja di berbagai kegiatan Perhutani jika ada pekerjaanā terangnya
Enny Handayani juga mengapresiasi muspika terkait bersama pihak lainya atas peran serta dalam memastikan keamanan dan kenyamanan para pesanggem anggota LMDH mitra Perhutani.
“Mereka menempati Magersari Watu seno sejak 25 tahun lalu dan gua Anggaswesi dengan bercocok tanam menjadi pesanggem, serta bekerja di berbagai kegiatan Perhutani, bersama perduli kelestarian hutan yang terjaga, sampai saat ini”. ungkap Enny.
Diharapkan keberadaan mereka dapat menjadikan contoh motifasi dan inspirasi positif bagi kita semua dan para penggarap di tempat lain, karena keuletan dan kesabaranya.
“Bagaimana mereka mensyukuri hidup, jauh dari perkotaan, mencari rezeki dengan bercocok tanam, dan ikut perduli menjaga kelestarian hutan sampai hari ini, sebagai bentuk tanggung jawab rasa terimakasih kepada alam,” tambah Enny.
Tak lupa Enny juga mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada pesanggem di Lebak Jabung dan semua pihak yang ikut berperan aktif dalam menjaga proses kelestarian hutan.
āSemoga segala niatan baik dan usaha yang sudah dilakukan akan menjadikan manfaat, berkah selalu bagi kita dan keluargaā tandasnya
Sementara Sakri mewakili Pesanggem lainya menyampaikan terimakasihnya ke Perhutani, karena sudah diberikan kesempatan bisa ikut bekerja mencari nafkah tuk keluarga sejak tahun 2000 hingga sampai sekarang.
“Terimasih karena telah di beri kesempatan untuk ikut bekerja mencari nafkah bagi keluarga setelah hutan gundul paska penjarahan hutan tahun 1999 hingga sekarang, dengan menggarap lahan secara tumpangsari sembari ikut bekerja di berbagai kegiatan Perhutani, melaksanakan penanaman tanaman kehutanan,” ucapnya
Berhubung tempat tinggal mereka tidak di sini dan ini adalah kawasan hutan tanah Negara, maka dari itu gubuk mereka bersifat sementara tidak permanen dan di buat sesimpel mungkin,
“yang penting kami nyaman dan tenang, ada tempat istirahat serta berteduh sepulang dari ladang, walau terbuat dari anyaman bambu beralas tanah tanpa listrikā kata Sakri
“Kebetulan disini lokasi yang setrategis (tempat jujukan), untuk singgah, berteduh dan penitipan kendaraan saat hujan, entah dari Perhutani, muspika, masyarakat, maupun pengunjung gua Anggaswesi,” imbuh Sakri
Diantara Gubuk para pesanggem satu jalur menuju gua Anggaswesi, beda tempat 3 (Tiga) gubuk, terdiri dari 3 (Tiga) kepala keluarga, dan 1 (satu) gubuk lagi dalam proses, dibuatkan di dekat gua Anggaswesi, secara gotong royong oleh LMDH, Perhutani dan muspika terkait. untuk di tempati Darmadi, agar yang bersangkutan tetap bisa menjalankan aktifitas menjadi pesanggem, sambil menjaga gua tersebut jika ada pengunjung yang singgah untuk ritual mencari ketenangan di situ.
Berikut ini asal pesanggem beserta lokasi gubuk singgah yang ditempati beberapa kepala keluarga yang masih ada di hutan Lebak Jabung yaitu.
Sakri(76) lahir Jombang, beralamat di
Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam,Jombang, gubuk nya di petak 33 F RPH Sumberjo.
Zaini(50) lahir Nganjuk, beralamat di Desa Margopatut Kecamatan Sawahan, Nganjuk, gubuk di petak 57 D RPH Lebak jabung
Saelan(65), lahir Nganjuk beralamat di Desa Margopatut Kecamatan Sawahan, Nganjuk, gubuk di petak 57 D RPH Lebak jabung
Darmadi(68), lahir Boyolali, asal Dusun Karangduwet, Desa Winong, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, tempat istirahatnya sementaranya di gua Anggaswesi, sesekali tempo, tepatnya petak 37 f RPH Sumberjo, sambil menunggu gubuk selesai didirikan di disekitar gua
Sinergi dan kolaborasi terus dijalin bersama pemangku kepentingan bagaimana agar mitra Perhutani yaitu Pesanggem dapat berjalan dengan semestinya sesuai harapan semua pihak.
Diantaranya sinergi dengan 3 muspika, yaitu muspika Kecamatan Wonosalam Jombang, dan muspika di Kabupaten Mojokerto yaitu muspika Kecamatan Jatirejo dan muspika Trowulan.
Jalan terdekat menuju Magersari,Watu seno dan goa Anggaswesi, yaitu melalui Desa Lebak Jabung, Jatirejo, Mojokerto, melewati patung petilasan Gajah Mada lurus ke selatan masuk hutan.
















