SUMENEP | SIGAP88 – Pemkab Sumenep melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP dan Naker), telah menyerahkan 2.274 data buruh pabrik rokok/tembakau sebagai calon penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) tahun 2023

Kepala DPMPTSP dan Naker Abd. Rahman Riadi menyampaikan penerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebar di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep

Hal itu disampaikan oleh Abd Rahman saat memberikan pelaporan kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wingsojudo dalam acara launching dan Simbolis penyerahan kartu peserta jaminan sosial ketenaga kerjaan bagi buruh tani dan petani tembakau melalui anggaran DBHCHT Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2023, yang dilaksanakan di pendopo Kecamatan Batang Batang, Rabu (20/12)

Baca Juga  Survei IKM Mendekati Sempurna, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Perkuat Fungsi Legislasi

“Penerima DBHCHT merupakan masyarakat pekerja yang nuansanya adalah buruh tembakau,” kata Abd Rahman.

Abd Rahman menyebut bahwa ada 2.274 penerima DBHCHT yang tersebar di 56 desa dari 17 Kecamatan se Kabupaten Sumenep. “Ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” jelasnya.

“Ini merupakan bentuk stimulan bagaimana Pemerintah daerah hadir untuk memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Bantuan jaminan ketenagakerjaan sambung Rahman tetap berkolaborasi dengan pihak swasta bagi buruh yang berada di perusahaannya.

Baca Juga  Satgas TMMD ke-127 Kodim 0827 Sumenep Hidupkan Malam Ramadhan Bersama Warga

“Kami mendorong kepada perusahaan melalui CSRnya untuk memberikan jaminan ketenagakerjaan kepada buruh yang ada di sekitarnya,” tegas Rahman

Rahman menyampaikan, ada dua hal yang akan mendapatkan jaminan dari BPJS ketenagakerjaan yaitu “jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja,” tuturnya.

Tujuan bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi buruh tani tembakau adalah memberikan kepastian perlindungan kepada buruh tani dari resiko kecelakaan kerja dan kematian serta mencegah kemiskinan baru

“Kami juga memberikan kepada pekerja rentan untuk kepesertaan BPJS ketenagakerjaan sebanyak 1521 orang, seperti Asisten Rumah Tangga, tukang becak ojek/super dan tukang bangunan,” imbuhnya.

Baca Juga  Dukung Promotif dan Preventif, Puskesmas Arjasa Gelar Program ’Juling’

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sumenep menyerahkan secara simbolis kartu jaminan ketenagakerjaan kepada buruh tani dan tani tembakau.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep hadir dalam memberikan jaminan ketenagakerjaan bagi buruh tani tembakau dan kepada para ojek/super, ART, tukang bangunan guna mendapat jaminan resiko kecelakaan dan kematian,” ungkap Achmad Fauzi dalam sambutannya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE