SUMENEP | SIGAP88 – Suasana berbeda terlihat dalam Upacara Gabungan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di lingkungan Pemkab Sumenep, Senin (19/10/2026).
Para pejabat dan ASN mengenakan busana putih ala santri. Nuansa religius mewarnai kegiatan yang sekaligus menjadi momentum penguatan disiplin aparatur.
Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, memimpin upacara tersebut. Sementara itu, Moh. Ramli, bertindak sebagai pemimpin upacara.
Kegiatan ini dihadiri Sekdakab Sumenep Agus Dwi Saputra, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, serta pejabat eselon III dan IV.
Seluruh ASN yang hadir mengikuti upacara gabungan tersebut. Peringatan Hari Santri menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan santri sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
Dalam amanatnya, Imam Hasyim menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Sumenep. Ia mengingatkan bahwa setiap rencana tetap berada dalam ketentuan Allah SWT.
“Manusia mempunyai rencana, tetapi Allah SWT yang menentukan. Saya memohon maaf atas ketidakhadiran Bapak Bupati Sumenep,” ujar Imam Hasyim.
Imam Hasyim mengapresiasi ASN yang telah berupaya menaati peraturan dan menjalankan kewajiban. Ia meminta komitmen tersebut dipertahankan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, saya mengucapkan terima kasih kepada ASN yang telah mengikuti aturan dan melaksanakan kewajibannya,” katanya.
Menurutnya, disiplin merupakan bagian penting dari tanggung jawab aparatur. Kepatuhan terhadap jam kerja dan aturan kedinasan harus menjadi kebiasaan setiap pegawai.
Imam Hasyim juga menyinggung hasil inspeksi mendadak atau sidak yang masih menemukan ASN belum sepenuhnya mematuhi ketentuan. Ia meminta persoalan ini menjadi perhatian bersama.
“Kita harus disiplin masuk kantor dan dalam segala hal sebagai ASN. Kewajiban harus dilaksanakan sesuai tugas dan kemampuan masing-masing,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kedisiplinan tidak hanya menyangkut kehadiran. Integritas, tanggung jawab, dan kesungguhan melayani masyarakat juga harus menjadi perhatian.
Imam Hasyim meminta pimpinan organisasi perangkat daerah memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap pegawai. Langkah ini penting untuk membangun budaya kerja yang tertib.
“Pimpinan OPD harus mampu membina anak buahnya agar mengikuti aturan. Kedisiplinan harus menjadi tanggung jawab bersama,” pesannya.
Ia berharap seluruh pimpinan OPD memastikan pegawai memahami kewajiban masing-masing. Pengawasan konsisten diperlukan agar aturan dijalankan tanpa harus menunggu pemeriksaan.
Di sisi lain, Imam Hasyim mengajak peserta upacara mensyukuri kontribusi santri dalam perjalanan sejarah Indonesia. Semangat perjuangan mereka dinilai patut diteladani.
“Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT. Para santri memiliki andil dalam perjuangan Indonesia dan semangatnya patut kita teladani,” ungkapnya.
Busana putih ala santri yang dikenakan peserta memperkuat suasana peringatan. Nilai Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui pengabdian nyata.
Menutup amanatnya, Imam Hasyim mengingatkan pentingnya ibadah dan ketakwaan. Ia berharap seluruh peserta senantiasa memperbaiki diri serta menjalankan tanggung jawab dengan baik.
“Tugas kita sebagai hamba adalah beribadah. Semoga kita mendapatkan syafaat dan dianugerahi husnulkhatimah,” tuturnya.
Amanat Wabup diakhiri dengan pembacaan Ummul Kitab, Surah Al-Fatihah. Seluruh rangkaian upacara berlangsung dalam suasana religius dan penuh pesan pengabdian.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di lingkungan Pemkab Sumenep menjadi momentum menyelaraskan nilai spiritual dengan disiplin birokrasi dan tanggung jawab pelayanan publik.
Melalui kegiatan ini, ASN diharapkan semakin memperkuat integritas, menaati ketentuan, serta memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat Kabupaten Sumenep.















