
SUMENEP | SIGAP88 – Anggota DPRD Sumenep, H.Masdawi meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk mengaktifkan Integrated Cold Storage (ICS) atau fasilitas pendingin untuk ikan di Kabupaten Sumenep Jawa Timur
Pasalnya, menurut anggota DPRD Sumenep komisi II ini, masalah harga ikan setiap tahun tidak selalu stabil
Karenanya ia meminta agar Pemkab Sumenep Sumenep mengaktifkan Integrated Cold Storage. Dengan ICS, ujar Masdawi, dapat menjaga kesegaran ikan yang cukup lama.
“Pemerintah daerah harus turun tangan untuk menjaga stabilitas harga ikan nelayan dan masyarakat mendapatkan ikan yang selalu segar melalui adanya Cold Storage,” tuturnya, Jum’at (16/05).
Dirinya menjelaskan bahwa, Kabupaten Sumenep selain potensi di sektor pertanian juga sangat potensi di sektor kelautan, dengan ditinjau dari luas lautan, kabupaten Sumenep terdiri dari ratusan kepulauan, masyarakat banyak yang pekerjaannya sebagai nelayan.
“Kami mendorong pemerintah daerah untuk melakukan langkah bagaimana Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat nelayan bisa meningkat agar, mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonominya,” ujar Masdawi
Menurutnya, ikan di laut ada masa bertelur dan ada masa ikan sudah dewasa, dan masa bertelur sampai menetas pada bulan Mei dan bulan Juni.
Maka dari itu untuk melindungi telur dan anak ikan nelayan di bulan tersebut tidak boleh menangkap ikan.
“Dengan adanya Cold Storage ini selain mempertahankan kesegaran ikan juga menjaga stabilitas harga dan ketersediaan ikan masyarakat,” jelasnya.
“Dikala musim telur dan musim menetas masyarakat tidak melaut dan hal itu pemerintah harus mencarikan solusi bagi para nelayan salah satunya melalui pemberian bansos khusus bagi nelayan,” tegasnya.
Kabupaten Sumenep ucap politisi Demokrat ini, telah mempunyai gudang Integrated Cold Storage (ICS) di Desa Longos Kecamatan Gapura, namun sampai saat ini tidak efektif.
“Cold Storage milik Kabupaten Sumenep yang lebih dari 5 tahun berdiri tapi tidak ada kepastian kapan akan aktif,” terangnya.
“Yang perlu di evaluasi oleh pemerintah terhadap para nelayan selain sarana atau alat tangkap ikan, pemerintah juga tentang pelabuhan serta ketersediaan cold Storage serta tentang harga ikan agar tidak dipermainkan oleh para tengkulak,” pungkasnya
Untuk diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pada tanggal (13/11/2018) silam menyerahkan gedung terintegrasi atau Integrated Cold Storage (ICS) di Desa Longos Kecamatan Gapura kepada Pemkab Sumenep.
Penyerahan gedung ICS dilakukan oleh Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Rifky Effendi Hardijanto
Rifky Effendi mengatakan, gedung ICS di Desa Longos itu telah dilengkapi dengan peralatan ABV atau Air Brush Viser untuk pembekuan ikan, yang kapasitasnya 2 kali setengah ton per 8 jam atau sekali pembekuan ikan menghasilkan sebanyak 5 ton.
“Kami membangun ICS dengan kapasitas 100 ton di Kabupaten Sumenep dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat setempat khususnya di sektor perikanan. Semoga ICS itu bermanfaat bagi masyarakat nelayan Sumenep.” tegasnya.
Perlu diketahui pembangunan gedung beku terintegrasi atau ICS di Desa Longos Kecamatan Gapura oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp17 miliar lebih.













