
SUMENEP | SIGAP88 — Prestasi olahraga tidak lahir dalam waktu singkat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong pembinaan atlet dilakukan sejak usia dini agar daerah memiliki regenerasi yang kuat dan tidak terus bergantung pada atlet tertentu.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menghadiri Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Sumenep 2026, Selasa (1/9/2026).
Forum itu menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan arah program pembinaan olahraga di Kabupaten Sumenep. Pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, serta sejumlah pemangku kepentingan olahraga turut terlibat dalam pembahasan tersebut.
Bupati menilai, pembinaan atlet harus ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Prosesnya membutuhkan waktu, biaya, fasilitas, serta pola pembinaan yang konsisten.
“Pemerintah daerah selama ini selalu mendukung harapan KONI, terutama dalam pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga,” kata Fauzi.
Menurut dia, pencarian bibit atlet potensial perlu dilakukan lebih awal. Atlet yang ditemukan sejak usia muda kemudian harus mendapat pendampingan dan pelatihan secara berkelanjutan agar kemampuannya dapat berkembang secara optimal.
“Kami menginginkan atlet dipersiapkan sedini mungkin, karena tidak ada atlet hebat tanpa sumber daya manusia yang serius,” ujarnya.
Fauzi menyebut investasi pada sumber daya manusia di bidang olahraga memang tidak murah. Namun, biaya tersebut harus dipandang sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan prestasi yang lebih kuat.
“Mempersiapkan sumber daya manusia memang mahal, tetapi itu bagian dari investasi. Prestasi olahraga tidak bisa dibangun secara instan,” jelasnya.
Ia juga menaruh perhatian pada potensi atlet lokal. Sumenep, kata Fauzi, perlu terus mencari dan mengembangkan atlet yang berasal dari daerah sendiri sehingga memiliki kekuatan regenerasi sekaligus membawa nama Sumenep dalam berbagai ajang olahraga.
“Dari pembinaan sejak dini kita bisa mendapatkan atlet asli daerah yang berpotensi membawa nama baik Sumenep,” tuturnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi KONI dan seluruh cabang olahraga untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terarah. Regenerasi atlet diharapkan tidak berhenti pada proses pencarian bibit, tetapi berlanjut melalui program latihan, peningkatan kapasitas, kompetisi, hingga pembentukan atlet berprestasi.
Evaluasi Program hingga Persiapan Porprov
Sementara itu, Rakerkab KONI Sumenep 2026 tidak hanya membahas pola pembinaan atlet. Forum tersebut juga digunakan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sepanjang 2026 sekaligus menyusun agenda organisasi untuk periode berikutnya.
Ketua Harian KONI Sumenep Abdul Kadir Al Mahdaly mengatakan sebagian program telah terealisasi, sedangkan sejumlah agenda lainnya masih dalam proses pelaksanaan.
“Rakerkab 2026 membahas program yang sudah berjalan dan agenda berikutnya. Kami juga mulai menyiapkan program untuk awal 2027,” katanya.
Menurut Kadir, evaluasi diperlukan untuk melihat capaian sekaligus memastikan program yang masih berjalan dapat diselesaikan sesuai sasaran. Dengan demikian, setiap agenda KONI diharapkan memberikan dampak nyata terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.
Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur juga mulai menjadi bagian pembahasan. KONI Sumenep berupaya menyusun langkah yang lebih matang agar kontingen daerah mampu menghadapi persaingan pada level provinsi.
“Persiapan Porprov sedikit kami bahas, terutama bagaimana memaksimalkannya. Namun, belum mendalam karena masih ada hal yang sedang digodok KONI,” ungkap Kadir.
Ia memastikan pembahasan terkait Porprov akan dilakukan secara bertahap. Berbagai kebutuhan dan strategi harus dipersiapkan dengan matang agar langkah yang diambil tidak sekadar mengejar keikutsertaan, tetapi benar-benar diarahkan untuk meningkatkan capaian prestasi.
“Kami ingin persiapan Porprov lebih maksimal. Beberapa hal masih kami siapkan dan matangkan agar hasil kontingen Sumenep lebih baik,” pungkasnya.
Dalam Rakerkab tersebut turut hadir Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim, Sekdakab Agus Dwi Saputra, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Helmi, jajaran Forkopimda Sumenep, Ketua Harian KONI Sumenep Abdul Kadir Al Mahdaly, pengurus cabang olahraga, serta sejumlah pihak yang berkepentingan dalam pengembangan olahraga daerah.














