JOMBANG | SIGAP88 – Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui pendampingan langsung kepada masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan Bhabinkamtibmas Polsek Kesamben Polres Jombang, Bripka Efendi, saat meninjau lahan tanaman jagung milik warga binaan di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Kamis (2/7/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri menggerakkan masyarakat agar memanfaatkan setiap potensi lahan yang dimiliki menjadi lahan pertanian produktif. Selain memperkuat ketahanan pangan, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga di pedesaan.
Di sela kegiatan, Bripka Efendi memberikan pendampingan dan motivasi kepada pemilik lahan agar terus mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber pangan sekaligus penopang perekonomian. Menurutnya, pengelolaan lahan secara optimal merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pengelolaan lahan kosong menjadi lahan pertanian produktif merupakan langkah nyata dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan yang saat ini terus digalakkan hingga ke tingkat desa,” ujarnya.
Tak hanya menyasar pemilik lahan, Bripka Efendi juga mengajak warga lainnya untuk tidak membiarkan lahan kosong terbengkalai. Dengan memanfaatkannya sebagai lahan budidaya, masyarakat dinilai dapat menciptakan ketahanan pangan berbasis desa sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Kapolsek Kesamben, AKP Niswan, menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas saat ini tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Lebih dari itu, kehadiran anggota Polri di desa juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan serta mendukung program pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
“Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas, kami berharap hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar untuk mendukung ketahanan pangan,” kata AKP Niswan.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan warga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan tangguh menghadapi tantangan pangan.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas dinilai tidak sekadar menjalankan tugas pembinaan, tetapi juga menghadirkan motivasi yang mampu membangun optimisme warga untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai kekuatan ekonomi desa.
Pendampingan seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola potensi lahan secara berkelanjutan, sehingga ketahanan pangan semakin kuat, kesejahteraan keluarga meningkat, dan pembangunan desa dapat berlangsung secara berkesinambungan.

















