PAMEKASAN | SIGAP88 – Siang itu, sebuah warung sederhana di Dusun Nacak, Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, tidak hanya menjadi tempat warga berkumpul.
Di meja yang sama, Babinsa Koramil 0826-11 Batumarmar, Sertu Sulhan Efendi, duduk berdampingan dengan masyarakat, mendengarkan berbagai cerita tentang kondisi lingkungan, keamanan, hingga perkembangan sosial yang mereka hadapi sehari-hari.
Tanpa suasana formal, percakapan berlangsung terbuka. Warga menyampaikan berbagai informasi yang berkembang di lingkungan mereka, sementara Babinsa menyimak setiap masukan, berdiskusi, dan memberikan imbauan agar keamanan, ketertiban, serta kerukunan tetap terjaga. Kedekatan seperti inilah yang menjadi bagian dari komunikasi sosial (komsos) di wilayah binaan.
Bagi Babinsa koramil Batumarmar, komunikasi tidak berhenti pada penyampaian pesan. Pertemuan yang berlangsung sederhana itu menjadi kesempatan untuk memahami kondisi riil masyarakat sekaligus mendeteksi berbagai perkembangan di wilayah binaan sejak dini melalui dialog yang terbangun secara langsung.
Sertu Sulhan Efendi mengatakan bahwa komunikasi sosial merupakan sarana yang efektif untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Melalui komsos seperti ini, kami bisa menjalin hubungan yang lebih dekat dengan warga sekaligus mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan sehingga setiap persoalan dapat segera diantisipasi bersama,“ ujarnya.
Selain menyerap informasi dari masyarakat, Babinsa juga mengajak warga untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarwarga.
“Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Saya mengimbau masyarakat agar tetap menjaga persatuan, saling peduli, serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memecah kerukunan,“ terangnya.
Kehadiran Babinsa mendapat respons positif dari Saiful. Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara langsung membuat warga merasa lebih diperhatikan dan semakin termotivasi untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
Pertemuan siang itu berakhir seperti obrolan warga pada umumnya. Namun, dari percakapan yang berlangsung tanpa sekat tersebut, hubungan antara Babinsa dan masyarakat terus terpelihara.
Bagi aparat teritorial, kedekatan dengan warga bukan sekadar membangun silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah awal memahami dinamika wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas lingkungan.

















