SUMENEP | SIGAP88 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai menyiapkan langkah untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan ternak di tiga pasar hewan milik daerah yang telah vakum sekitar dua tahun.
Tiga pasar yang menjadi sasaran reaktivasi tersebut berada di Kecamatan Dasuk, Rubaru, dan Gapura. Pemerintah daerah tidak hanya menargetkan pasar kembali buka, tetapi juga berupaya mengembalikan aktivitas pedagang dan peternak agar transaksi jual beli sapi kembali tumbuh.
Langkah tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perdagangan pasar.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan keberadaan pasar merupakan bagian dari fasilitas pelayanan publik yang disediakan dan dikelola pemerintah daerah.
Karena itu, menurut dia, pemerintah berkepentingan memastikan sarana dan prasarana pasar tetap representatif sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
“Kami akui memang di beberapa pasar kondisi fisiknya terutama ada yang perlu dilakukan perbaikan, pemeliharaan, termasuk juga ada yang mengarah ke pembangunan atau pengadaan baru,” ujar Ramli.
Menurut Ramli, tahun ini pemerintah daerah juga mengalokasikan sejumlah kegiatan untuk pembenahan fasilitas pasar. Di luar paket pekerjaan tersebut, pemeliharaan rutin tetap dilakukan di sejumlah pasar lain.
Perbaikan rutin itu antara lain menyangkut atap, genting, dinding yang terkelupas hingga pekerjaan plesteran.
“Itu sifatnya pemeliharaan yang insidentil kami lakukan,” tuturnya.
Tiga Pasar Hewan Jadi Prioritas
Khusus pasar hewan, Ramli mengatakan Pemkab Sumenep berencana menganggarkan reaktivasi melalui Perubahan APBD.
Tiga lokasi yang menjadi fokus adalah pasar hewan di Dasuk, Rubaru, dan Gapura.
“Memang di tahun ini di perubahan APBD akan menganggarkan reaktivasi pasar hewan. Kami rencana fokus di tiga titik, yakni pasar Dasuk, Rubaru, dan Gapura,” jelasnya.
Ramli menyebut ketiga pasar tersebut sebelumnya pernah menjadi lokasi aktivitas perdagangan sapi. Namun, dalam sekitar dua tahun terakhir, kegiatan pasar hewan mengalami kevakuman.
Pemerintah kemudian memilih pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pembukaan kembali fasilitas pasar, tetapi juga bagaimana mendatangkan kembali para pelaku perdagangan ternak.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah menggandeng komunitas pedagang sapi.
“Kami nanti akan mengundang komunitas pedagang-pedagang sapi minimal empat kali pasaran,” katanya.
Pada tahap awal, pemerintah juga menyiapkan dukungan biaya transportasi bagi komunitas pedagang yang bersedia datang dan meramaikan pasar.
Ramli menjelaskan, bantuan transportasi tersebut direncanakan sebesar Rp150 ribu untuk setiap komunitas dengan asumsi dua orang dalam satu kendaraan pikap.
“Transport kepada masing-masing komunitas, katakanlah per pikap itu untuk dua orang dengan akumulasi Rp150.000. Katakanlah kami bantu ganti ongkos, yang penting datang,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, selama empat kali pasaran awal, aktivitas perdagangan di tiga pasar tersebut direncanakan tidak dipungut biaya.
Setelah aktivitas perdagangan mulai tumbuh, pemerintah berharap mekanisme pasar dapat berjalan normal dan berkelanjutan.
“Rencana kami di empat kali pasaran itu akan kita gratiskan. Barulah setelah tumbuh dan hidup lagi, mudah-mudahan bisa berjalan normal sesuai dengan harapan kita bersama,” ujarnya.
Sosialisasi Mulai Menyasar Pedagang Sapi
Upaya menghidupkan kembali pasar hewan tersebut mulai disosialisasikan kepada para pedagang dan peternak.
Kepala UPT Pasar Anom Kabupaten Sumenep, Subaidi, menyampaikan langsung informasi mengenai rencana reaktivasi tersebut kepada para pedagang sapi di Pasar Lenteng, Minggu (16/8/2026).
Melalui pengeras suara, Subaidi mengajak pedagang dan peternak untuk kembali memanfaatkan pasar hewan yang akan diaktifkan di Dasuk, Rubaru, dan Gapura.
“Kami sampaikan kepada seluruh pedagang sapi dan peternak sapi bahwa pemerintah daerah membuka kembali pasar sapi di Dasuk, Rubaru, dan Gapura,” katanya.
Ia juga menyampaikan adanya dukungan transportasi bagi komunitas pedagang selama empat kali pasaran pada tahap awal reaktivasi.
Menurut Subaidi, stimulus tersebut diharapkan menjadi pemantik agar pedagang kembali datang dan aktivitas transaksi ternak mulai terbentuk.
“Ayo, ramaikan pasar sapi di tiga pasar ini agar dapat meningkatkan ekonomi kita semua, para pedagang dan peternak,” ajaknya.
Pasar Peragaan Juga Dibenahi
Selain reaktivasi tiga pasar hewan, Pemkab Sumenep juga menyiapkan pembenahan akses di bagian belakang Pasar Peragaan.
Ramli mengatakan pekerjaan tersebut diarahkan pada penimbunan dan pembenahan akses jalan menuju bagian belakang pasar yang nantinya dapat digunakan sebagai lokasi aktivitas pedagang hewan.
Menurutnya, kondisi pasar yang belum sepenuhnya representatif selama ini membuat sebagian pedagang hewan memilih beraktivitas hingga ke badan jalan.
“Pasar bagian belakang, yakni agar bisa ditempati oleh para pedagang hewan, sapi dan kambing khususnya. Kita maklumi bahwa dampak dari kondisi pasar yang kurang representatif itu pelaku pasar hewan kan tumpah ke jalan,” terangnya.
Dengan adanya akses dan area yang lebih layak di bagian belakang Pasar Peragaan, pemerintah berharap para pedagang dapat ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat mengurangi aktivitas perdagangan hewan di badan jalan sehingga ketertiban dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga.
Bukan Sekadar Membuka Pasar
Reaktivasi tiga pasar hewan di Dasuk, Rubaru, dan Gapura pada akhirnya bukan sekadar persoalan mengaktifkan kembali bangunan pasar yang sempat kosong.
Pemerintah harus kembali membangun ekosistem perdagangan yang melibatkan pedagang, peternak, pembeli, hingga masyarakat di sekitar pasar.
Karena itu, stimulus transportasi, penggratisan pasaran awal, serta sosialisasi kepada komunitas pedagang menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan kembali keramaian pasar.
Jika transaksi ternak kembali bergerak secara konsisten, aktivitas tersebut berpotensi menghidupkan rantai ekonomi yang lebih luas, mulai dari peternak, pedagang sapi, jasa angkutan, hingga usaha masyarakat di sekitar pasar.
Pada saat yang sama, Pemkab Sumenep berharap pasar hewan yang kembali aktif dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan dalam jangka panjang ikut memperkuat PAD Kabupaten Sumenep.
Dengan demikian, tantangan terbesar setelah reaktivasi bukan hanya membuat pasar kembali dibuka, tetapi memastikan pasar tersebut benar-benar hidup, ramai, dan mampu bertahan sebagai pusat perdagangan ternak masyarakat Sumenep.
















