SUMENEP | SIGAP88 — Pelabuhan III Pelindo Kalianget menjadi titik awal penanganan para korban selamat insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 pada Senin (3/8/2026) dini hari. Aparat kepolisian, tim SAR, tenaga medis, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah bersiaga sejak malam untuk memastikan proses penerimaan korban berlangsung cepat, aman, dan terkoordinasi.

Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu memantau langsung proses kedatangan korban yang dievakuasi menggunakan KN SAR Permadi. Kapal penyelamat tersebut sandar di Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 00.20 WIB dengan membawa sembilan korban yang berhasil diselamatkan dari lokasi kebakaran.

Setibanya di pelabuhan, seluruh korban langsung menjalani pendataan, pemeriksaan kesehatan, dan penanganan awal oleh tim gabungan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur tanggap darurat guna memastikan kondisi para korban tetap stabil sebelum mendapatkan penanganan lanjutan.

Proses penerimaan berlangsung tertib berkat koordinasi lintas instansi yang telah disiapkan sejak sebelum KN SAR Permadi tiba. Sinergi aparat keamanan, pemerintah daerah, tim penyelamat, dan tenaga kesehatan menjadi kunci dalam mempercepat pelayanan kepada para korban.

Turut hadir dalam proses penerimaan korban tersebut Direktur Polairud Polda Jawa Timur Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Kabagbinopsnal Ditpolairud Polda Jatim AKBP Budi Sulistyanto, Wakapolresta Sumenep Kompol Haris Darma Sucipto, serta jajaran Pejabat Utama Polresta Sumenep.

Hadir pula Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Kepala Basarnas Kabupaten Sumenep, Kepala KSOP Pelabuhan Kalianget, serta personel gabungan dari Polresta Sumenep, Kodim 0827/Sumenep, BPBD, Basarnas, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, BMKG, Satpol PP, Tim Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, hingga insan pers yang memantau jalannya proses evakuasi.

Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan sinergi lintas sektor dalam penanganan dampak kebakaran KM Mutiara Sentosa 2. Koordinasi yang terbangun menjadi bagian penting untuk memastikan proses evakuasi, pelayanan kesehatan, dan pengamanan di Pelabuhan Kalianget berjalan efektif.

Sementara itu, Plt. Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan, mengatakan Polresta Sumenep Polda Jawa Timur telah mendirikan Posko Terpadu di Pelabuhan Kalianget sebagai pusat koordinasi penanganan keadaan darurat.

Menurutnya, posko tersebut menjadi titik kendali bagi seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi sekaligus mempercepat pelayanan terhadap para korban dan keluarganya.

“Sesuai instruksi Bapak Kapolresta, kami dirikan Posko dalam rangka percepatan penanganan keadaan darurat,” kata Ipda Ardan.

Polresta Sumenep bersama Basarnas dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi guna memastikan seluruh proses evakuasi berlangsung aman, tertib, dan sesuai prosedur.

Selain mengoptimalkan proses evakuasi, Polresta Sumenep juga melakukan langkah mitigasi di sekitar lokasi kejadian guna menjamin keselamatan masyarakat dan kelancaran operasi penyelamatan yang masih berlangsung.

“Kami juga melakukan mitigasi bersama masyarakat agar tidak ada kapal ataupun warga yang mendekati lokasi kejadian karena proses evakuasi masih berlangsung,” jelas Ipda Ardan.

Di sisi lain, Polresta Sumenep turut menyiapkan personel dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) untuk memberikan pelayanan medis kepada para korban apabila diperlukan.

Sidokkes juga menjalin koordinasi dengan sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Sumenep, sehingga penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

“Sidokkes juga berkoordinasi dengan sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, RSI Garam Kalianget, dan BHC Sumenep, sehingga penanganan medis dapat segera diberikan apabila diperlukan,” tambah Ipda Ardan.

Menutup keterangannya, Ipda Ardan mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi terkait insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2. Ia juga meminta masyarakat memberikan ruang kepada petugas agar proses evakuasi dapat berlangsung secara maksimal.

“Kami imbau agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa ini dan tidak mendekati lokasi kejadian demi keselamatan bersama serta kelancaran proses evakuasi,” tutup Ipda Ardan.

Hingga proses evakuasi masih berlangsung, Polresta Sumenep bersama Basarnas, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait tetap bersiaga di Pelabuhan Kalianget untuk memberikan dukungan penuh terhadap operasi kemanusiaan tersebut.

Sinergi lintas instansi diharapkan mampu mempercepat penanganan para korban sekaligus memastikan setiap tahapan evakuasi berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur. Aparat juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, serta mendukung kelancaran operasi dengan tidak memasuki area evakuasi.

Dengan koordinasi yang terus diperkuat, upaya penyelamatan dan pelayanan terhadap para korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 diharapkan dapat berlangsung secara optimal hingga seluruh proses penanganan dinyatakan selesai.