SUMENEP | SIGAP88 — Pemerintah Kabupaten Sumenep memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk mengawal pelaksanaan sejumlah program strategis di sektor pertanian.
Penguatan koordinasi itu dilakukan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam rapat bersama jajaran Kementerian Pertanian. Jumat (24/7). Ia didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep Moh. Helmi.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan dukungan program pertanian dari pemerintah pusat dapat diterjemahkan ke dalam pelaksanaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu program yang menjadi bagian dari kepercayaan pemerintah pusat kepada Kabupaten Sumenep adalah Program Upland dan DHP. Pemerintah daerah menyatakan akan mengawal pelaksanaan program tersebut agar tidak berhenti pada perencanaan maupun penyaluran program, tetapi berlanjut pada peningkatan produktivitas dan penguatan sektor pertanian di tingkat petani.
“Kami ingin setiap program pertanian benar-benar berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Itulah komitmen yang terus kami perjuangkan bersama pemerintah pusat,” kata Achmad Fauzi di Sumenep. Sabtu(26/7)
Menurut dia, koordinasi dengan Kementerian Pertanian diperlukan untuk menyelaraskan program pusat dengan kebutuhan pertanian di Kabupaten Sumenep.
“Koordinasi dengan Kementerian Pertanian akan terus kami perkuat agar seluruh program berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan hasil maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Achmad Fauzi mengatakan, kepercayaan pemerintah pusat terhadap Sumenep dalam pelaksanaan program pertanian harus diikuti dengan pengelolaan yang profesional dan transparan.
“Kepercayaan dari Kementerian Pertanian adalah tanggung jawab besar. Kami akan memastikan setiap program dijalankan secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada petani,” katanya.
Pemkab Sumenep berharap penguatan kerja sama dengan Kementerian Pertanian dapat mendorong peningkatan produksi, pengembangan komoditas unggulan, serta penguatan ketahanan pangan daerah.
Namun, keberhasilan program tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh pelaksanaannya di lapangan. Program pertanian tidak cukup hanya diukur dari besarnya dukungan pemerintah atau banyaknya agenda koordinasi, tetapi dari sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan petani.
“Harapan kami sederhana, petani semakin maju, hasil panen meningkat, pendapatan bertambah, dan Sumenep mampu menjadi salah satu daerah pertanian unggulan di Indonesia,” ujar Achmad Fauzi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sumenep juga menyerahkan cinderamata berupa keris khas Sumenep kepada jajaran Kementerian Pertanian. Penyerahan itu menjadi bagian dari penghormatan sekaligus pengenalan warisan budaya Sumenep dalam hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Pemkab Sumenep selanjutnya dituntut memastikan sinergi yang dibangun di tingkat pusat benar-benar berujung pada kebijakan dan program yang tepat sasaran di tingkat petani.
Sebab, bagi petani, keberhasilan sebuah program tidak diukur dari seremoni, rapat, maupun simbol kerja sama, melainkan dari perubahan nyata: produktivitas yang meningkat, biaya produksi yang lebih terkendali, hasil panen yang terserap, dan pendapatan yang semakin baik.














