
SUMENEP | SIGAP88 – Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak (Yankes Bergerak) melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien Tuberkulosis (TB) di wilayah kerja Puskesmas Nonggunong, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keberhasilan pengobatan pasien, meningkatkan kepatuhan minum obat, serta mendeteksi dini potensi penularan kepada anggota keluarga yang tinggal serumah.
Salah satu pasien yang dikunjungi adalah Ny. Mathani (71), penderita Tuberkulosis Sensitif Obat (TB SO) yang telah menjalani pengobatan selama empat bulan dan kini memasuki fase lanjutan.
Ketua Divisi Pelayanan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI), Sri Suhartatik, S.Kep., Ns., M.Si., mengatakan hasil pemantauan menunjukkan pasien masih mengalami batuk berdahak dengan kondisi umum kategori sedang. Namun, kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat terpantau baik berdasarkan pemeriksaan stok obat yang tersedia di rumah.
“Kepatuhan minum obat terpantau baik setelah dilakukan pengecekan langsung terhadap stok obat yang tersedia di rumah pasien,” ujarnya.
Selain memantau kondisi kesehatan, tim juga melakukan penilaian terhadap lingkungan tempat tinggal pasien. Hasilnya, rumah yang ditempati dinilai cukup layak dengan ventilasi udara yang memadai dan kondisi lantai yang memenuhi standar kesehatan.
Tim turut memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai etika batuk serta cara membuang dahak yang benar guna mengurangi risiko penularan penyakit kepada orang lain.
Sebagai langkah deteksi dini, dua anggota keluarga dewasa yang tinggal serumah dengan pasien telah menjalani pemeriksaan rontgen paru untuk memastikan tidak terjadi penularan.
Pada kesempatan yang sama, tim juga melakukan kunjungan kepada Tn. Sabiyan (69), pasien TB Sensitif Obat yang telah menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama tiga bulan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi umum pasien dalam keadaan baik dan mengalami peningkatan berat badan. Pasien juga diketahui rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
Meski demikian, tim menemukan jenis obat yang dikonsumsi saat ini belum sesuai dengan ketentuan fase pengobatan sehingga perlu dilakukan konfirmasi lebih lanjut kepada penanggung jawab program TB setempat.
Kondisi lingkungan rumah pasien dinilai cukup baik dan memenuhi syarat rumah sehat. Sementara itu, satu anggota keluarga yang tinggal serumah juga telah menjalani pemeriksaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini penularan.
Sri Suhartatik menegaskan, kunjungan rumah menjadi strategi penting dalam pengendalian TB, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan akses layanan kesehatan.
“Kegiatan pemantauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan keberhasilan pengobatan pasien TB, meningkatkan kepatuhan minum obat, sekaligus mencegah penyebaran penyakit melalui deteksi dini terhadap kontak erat pasien,” pungkasnya.
















