
SUMENEP | SIGAP88 — Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Lomba Baca Puisi dan Lomba Pidato Gaya Bung Karno 2026.
Kegiatan berlangsung di Pendopo Keraton Sumenep pada Selasa (9/6/2026) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang setiap tahun dinantikan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum se-Madura.
Pada hari pertama, lomba baca puisi karya Bung Karno diikuti 113 peserta yang datang dari berbagai daerah di Madura.
Sementara itu, lomba pidato gaya Bung Karno dijadwalkan dilaksanakan Rabu (10/6/2026). Pesertanya berasal dari kalangan Puskesmas, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, serta kategori umum se-Madura.
Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar ajang adu kemampuan semata.
Lebih dari itu, kegiatan yang telah digelar secara konsisten selama empat tahun berturut-turut ini menjadi ruang edukasi kebangsaan bagi generasi muda.
“Ini menjadi ruang inspiratif bagi generasi muda Madura untuk belajar berani berbicara, berpikir kritis, dan memahami nilai perjuangan bangsa. Bukan hanya lomba, tetapi gerakan literasi kebangsaan yang terus kita hidupkan,” ujarnya.
Ia menyampaikan antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan.
Dari target awal yang ditetapkan sebanyak 100 orang, ternyata peserta yang mendaftar dan mengikuti lomba puisi mencapai 113 orang.
Hal ini dinilainya sebagai bukti nyata bahwa minat generasi muda terhadap literasi dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno semakin tumbuh.
“Dari Madura, kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki keberanian menyampaikan gagasan, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi persatuan,” ungkap Imam.
Para pemenang nantinya akan memperebutkan Piala Bupati Sumenep beserta penghargaan berupa piala, piagam, dan uang pembinaan senilai jutaan rupiah.
Sementara itu, Bupati Sumenep yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, memberikan apresiasi atas konsistensi IWO dalam menyelenggarakan kegiatan positif ini yang jumlah pesertanya mencapai 130 orang secara keseluruhan, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah jumlah peserta tahun ini mencapai 130 orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan kegiatan ini semakin diminati,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk meneladani semangat dan nilai-nilai perjuangan Ir. Soekarno.
Ia juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal, salah satunya bahasa Madura yang telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.
“Bahasa Madura harus terus kita banggakan dan lestarikan. Ini bagian dari identitas budaya yang harus dijaga,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang di masa mendatang, bahkan mampu menjangkau peserta yang lebih luas hingga tingkat Jawa Timur.
“Ini kegiatan yang tidak hanya mengasah kemampuan berbicara dan mengekspresikan diri, tetapi juga menjaga semangat perjuangan Bung Karno agar tetap hidup di hati generasi muda,” pungkasnya














