
PAMEKASAN | SIGAP88 – Proses rekrutmen mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pamekasan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi sorotan.
Meskipun pendaftaran dilakukan secara terbuka melalui sistem daring, sejumlah pihak menilai aspek transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi masih perlu dipertegas agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan Selasa (9/6).
Salah satu narasumber yang pernah menjadi mitra BPS dan meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan keraguannya terhadap tingkat keterbukaan sistem yang diterapkan saat ini.
Menurutnya, berkembang anggapan di kalangan pendaftar bahwa peluang untuk dinyatakan lolos seleksi lebih besar bagi mereka yang memiliki kedekatan dengan pegawai internal lembaga.
“Tidak jelas bagaimana sistem penilaiannya. Secara umum, jika tidak memiliki kenalan di dalam, peluang untuk diterima terasa sangat kecil,” ujarnya.
Pengalaman mengikuti rekrutmen pada periode sebelumnya memperkuat pandangannya.
Ia menilai, meski secara formal dinyatakan terbuka dan transparan, pelaksanaannya belum sepenuhnya mampu menghilangkan dugaan adanya campur tangan pihak tertentu.
“Memang aturannya tertulis terbuka, namun menurut pengamatan saya, pelaksanaannya masih jauh dari sempurna. Bahkan saya mendapati ada peserta yang diterima merupakan kerabat pegawai BPS,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan yang diterapkan untuk menjamin objektivitas penilaian terhadap seluruh pendaftar.
Menanggapi hal itu, pejabat BPS Kabupaten Pamekasan, Parsad Barkah Pamungkas, membantah adanya praktik perlakuan istimewa atau intervensi dari pihak internal dalam penentuan hasil seleksi.
Ia menegaskan bahwa lembaganya menerapkan prinsip keterbukaan dan profesionalisme di setiap tahapan.
“Prinsip dasar kami adalah melaksanakan rekrutmen secara terbuka, adil, dan objektif guna mendapatkan petugas yang memiliki kualifikasi terbaik,” tegas Parsad saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa pengumuman rekrutmen disebarkan secara luas dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa syarat memiliki hubungan tertentu.
“Banyak contoh yang menunjukkan hal sebaliknya. Terdapat mahasiswa maupun warga masyarakat yang tidak memiliki hubungan khusus dengan kami, namun dinyatakan lulus dan siap bertugas dalam Sensus Ekonomi 2026 ini,” pungkasnya













