SURABAYA | SIGAP88 — Sebuah insiden saat pemuatan kendaraan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menyebabkan keberangkatan kapal penyeberangan KM Batu Layar tujuan Lembar, Lombok Barat, tertunda hampir lima jam.

Diduga adanya ketidaksesuaian penempatan kendaraan dan faktor muatan berlebih menjadi pemicu utama peristiwa yang terjadi pada Minggu (7/6/2026) itu.

Berdasarkan pantauan, aktivitas pemuatan kendaraan di terminal Jamrud Utara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Awalnya kapal milik PT Damai Lautan Nusantara (DLN) itu dijadwalkan berlayar pukul 13.00 WIB sesuai pengumuman Sistem Pelayanan Muatan dan Tiket. Namun, jadwal sempat diubah menjadi pukul 16.30 WIB, dan baru benar-benar berangkat sekitar pukul 18.00 WIB.

Gangguan bermula ketika sebuah truk sedang yang diduga bermuatan melebihi batas, atau yang kerap disebut “odol”, diposisikan untuk naik ke dek atas kapal. Di tengah perjalanan naik, poros as kendaraan itu patah sehingga membuat muatannya menjadi miring. Akibatnya, seluruh jalur akses pemuatan, baik menuju dek atas maupun dek bawah, terhalang sementara. Proses evakuasi muatan ke kendaraan pengganti memakan waktu cukup lama.

Baca Juga  50 Tahun PT Dharma Lautan Utama Layani Bangsa, Gubernur Jatim Apresiasi Malam Penganugerahan Mitra Usaha

Sejumlah awak truk yang sudah menunggu sejak pagi menyampaikan kekecewaannya. Hingga pukul 16.10 WIB, kendaraan mereka belum diperbolehkan naik ke kapal.

“Kami belum mendapat kepastian jelas. Dikatakan ada masalah di dalam dek kapal, tapi kami tidak tahu persis apa penyebabnya dan sampai kapan harus menunggu,” kata salah seorang awak truk asal Lombok yang enggan disebutkan namanya.

Petugas lapangan kapal yang ditemui di lokasi hanya menyampaikan secara singkat bahwa proses pemuatan harus dihentikan sementara karena adanya kendaraan yang mengalami kerusakan.

Penjelasan lain disampaikan oleh petugas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Mujamil.

Baca Juga  Dorong Swasembada Pangan, Polresta Sidoarjo Gencarkan Program Pekarangan Pangan Bergizi

Melalui pesan singkat, ia menyampaikan bahwa kondisi air laut yang sedang pasang membuat kemiringan jalan masuk kapal menjadi lebih curam dari biasanya.

“Dalam kondisi seperti itu, kendaraan bermuatan berat memiliki risiko tinggi jika dipaksakan naik. Bisa saja kehilangan keseimbangan bahkan terguling,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT DLN Surabaya, Ketut, membenarkan terjadinya insiden tersebut.

Menurutnya, truk yang bersangkutan memang tidak mampu melintasi jalan naik dek atas karena muatannya terlalu berat.

“Karena dipaksakan, posisi muatannya menjadi tidak stabil dan harus dipindahkan seluruhnya ke kendaraan lain demi keamanan. Itulah yang menyebabkan keterlambatan,” jelasnya.

Ketut menambahkan bahwa pihaknya telah menyampaikan informasi perubahan jadwal kepada pengguna jasa dan perusahaan ekspedisi.

Ia juga membantah adanya ketidakpuasan dari para pengemudi, mengingat sebagian besar dari mereka adalah pelanggan tetap yang sudah memahami prosedur keselamatan. Bahkan, sejumlah pengemudi dikatakan turut membantu proses evakuasi.

Baca Juga  Enam Jemaah Haji Asal Jatim Dikabarkan Wafat di Arab Saudi

“Pengemudi rute ini sudah sangat memahami kondisi lapangan. Kami selalu mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap proses pemuatan,” tegasnya.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya penerapan standar operasional dan pengawasan ketat terhadap kesesuaian jenis kendaraan, berat muatan, dan lokasi penempatan di atas kapal penyeberangan guna menghindari gangguan dan risiko kecelakaan di kemudian hari.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE