
SUMENEP | SIGAP88 – Kebutuhan alat penunjang menjadi hal penting dalam membantu pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
Berkaitan hal itu, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau Dinkes P2KB Sumenep Madura, Jawa Timur berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan alat kesehatan untuk mendukung implementasi transformasi layanan
Pemenuhan alat kesehatan ini difokuskan pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), khususnya di Puskesmas.
Salah satunya puskesmas yang baru dan telah terakreditasi, yakni Puskesmas Pagerungan Besar akan mendapat alat kesehatan fisioterapi.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep melalui Kabag SDK Nur Insan, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Puskesmas Pagerungan Besar akan mendapat alkes fisioterapi.
“Puskesmas Pagerungan besar akan mendapat alat kesehatan fisioterapi, guna meningkatkan layanan kesehatan,” kata Nur Insan, Kamis (14/05).
Dalam hal ini kata Nur Insan, Dinkes P2KB Sumenep semaksimal mungkin memenuhi apa yang diharapkan masyarakat, baik SDM petugasnya, sarana dan prasarana pendukung meningkatkan akses layanan kepada masyarakat.
“Puskesmas Pagerungan besar sebagai puskesmas baru mampu memberikan layanan kepada masyarakat yang berkunjung, dengan kapasitas tidak mengecewakan,” tegasnya
Selain itu, Nur Insan memaparkan perlunya tingkat pengamanan di puskesmas Pagerungan besar, akan dilakukan pemagaran di sekeliling gedung Puskesmas Pagerungan besar.
“Tahun 2026 Dinkes P2KB akan melakukan pemagaran di Puskesmas Pagerungan besar, yang selanjutnya akan melakukan pemasangan CCTV di setiap ruangan, guna menghindari peristiwa yang tidak di inginkan,” imbuhnya.
Sementara itu kepala Puskesmas Pagerungan besar mengatakan, alkes fisioterapi sangat di butuhkan, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terkait dengan penyakit stroke, diabetes dan penyakit lainnya.
“Alat fisioterapi sangat diharapkan mengingat di wilayahnya banyak yang mengalami stroke dan diabetes serta yang lain, apalagi puskesmas Pagerungan besar merupakan puskesmas terjauh dari daratan Kabupaten Sumenep,” terangnya













