
SUMENEP | SIGAP88 – Dermaga tambat labuh perahu yang ada di Dusun Payanassam, Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep mengalami kerusakan
“Salah satu akses ekonomi masyarakat Kepulauan kondisinya memprihatinkan, dermaga tambat labuh perahu tersebut rusak dan tidak bisa dimanfaatkan atau dipakai,” ujar Pongli, Tokoh pemuda Desa Kangayan, Rabu(13/5)
Pongli menjelaskan bahwa dermaga tambat labuh tersebut merupakan salah satu akses ekonomi masyarakat kepulauan, baik kepulauan Kangean dan kepulauan Sapeken yang sangat vital bagi peningkatan ekonomi
“Tambat labuh yang ada di dusun Payanassam ini merupakan akses ekonomi lintas pulau baik pulau Kangean dan kepulauan yang ada di kecamatan Sapeken,” tambah Pongli
Ia menambahkan, melihat tambat labuh yang rusak, warga Kepulauan menyebut akses ekonomi masyarakat terganggu.
“Para nelayan dan petani yang membawa hasil panennya terganggu saat akan bawa hasilnya dikarenakan tambat labuh tersebut nyaris putus“ ujarnya
Pongli mewakili warga Kepulauan berharap Pemerintah Daerah maupun Wakil Rakyat atau DPRD Sumenep, Khususnya Dapil VIII untuk menggelontorkan anggaran guna melakukan perbaikan tambat labuh yang rusak
“Wakil Rakyat dari dapil VIII setidaknya paham akan manfaat dan kegunaan tambat labuh yang ada di dusun Payanassam sebagai akses transportasi antar pulau,” jelasnya.
“Dengan hancurnya tambat labu tersebut jelas menjadi kendala masyarakat pulau Kangean Timur, karena tambat labuh ini juga merupakan akses perekonomian masyarakat,” jelasnya
Pongli yang juga anggota BPD Desa Kangayan menyayangkan, sikap DPR Dapil VIII di mana mereka tahu kerusakan tambat labuh yang di Dusun Payanassam Desa kangayan ini, karena tambat labuh merupakan akses transportasi antar pulau.
“Anggota DPRD Sumenep dapil VIII dari Sapeken dan Kangean sudah paham tentang keadaan tambat labuh ini, namun dia apatis dengan keadaan ini,” tegasnya.
Menurutnya, tambat labuh yang ada di dusun Payanassam merupakan akses transportasi dari pulau Saur Saibus, pulau Sepangkur, pulau Sabuntan Pulau Saobi.
“Tambat labuh ini juga merupakan akses para anak bangsa untuk menuntut ilmu di beberapa lembaga atau pesantren di wilayah Kangean,” terangnya.
“Kami dan warga kepulauan sangat berharap perhatian pemerintah atau wakil rakyat untuk memberikan kepeduliannya terhadap akses masyarakat,” ucapnya
Tak hanya itu, bahkan pongli sebagai tokoh pemuda desa Kangayan rela menghibahkan tanahnya untuk akses jalan menuju pelabuhan atau tambat labuh yang ada di dusun Payanassam.
“Saya hibahkan tanah saya demi lancarnya akses menuju pelabuhan Payanassam,” pungkasnya.














