
SUMENEP | SIGAP88 – Pemkab Kabupaten Sumenep terus memperketat pengawasan distribusi Liquified Petroleum Gas (LPG) bersubsidi guna memastikan penyalurannya tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kabag Perekonomian Setdakab Sumenep Dadang Dedy Iskandar, menegaskan bahwa saat ini ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG terutama yang 3 kg aman dan terdistribusi dengan baik
“Kami secara intens berkomunikasi dengan pihak Pertamina berkaitan dengan distribusi BBM dan LPG terutama di wilayah kepulauan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya oleh media sigap88.com Rabu (22/4).
Dadang menjelaskan, wilayah kepulauan merupakan atensi jamu, tapi tidak mengenyampingkan wilayah daratan Sumenep.
“Pengiriman BBM ke kepulauan dalam bulan April ada dua kali pengiriman, jadi tidak akan ada kelangkaan BBM,” tegasnya.
Bahkan Dadang berharap pihak Forpimka berperan aktif dalam pengawasan terhadap distribusi BBM di kepulauan, agar tidak terjadi harga BBM yang melambung tinggi
Sementara itu, mengenai LPG, Dadang menegaskan bahwa pengiriman dan ketersediaan LPG sangat aman dengan kapasitas pasokan distribusi lancar termasuk di wilayah kepulauan.
“Dari kordinasi kami dengan Pertamina, pendistribusian LPG terutama ke kepulauan lancar, dan dalam Minggu ini ada pengiriman lagi sekitar 5500 tabung ke wilayah kepulauan Kangean,” tegasnya.
Hal ini dilakukan agar semua pangkalan yang ada di kepulauan dapat menjual dengan harga yang normal. “Kami berharap penjualan LPG oleh pangkalan atau agen mengutamakan penjualan kepada pengguna,” jelasnya.
“Kami berharap masyarakat lebih bijak menggunakan BBM dan LPG dalam situasi global saat ini,” imbuhnya.
Dadang juga menyinggung mengenai sembako, terkait dengan isu kelangkaan minyak goreng, pihaknya melakukan operasi pasar bersama Polres Sumenep.
Namun, Bulog hanya mendapatkan kuota pendistribusian minyakita hanya 15 persen dari kuota pemerintah.
“Hasil pemantauan kami di pasar agar supaya pihak Bulog lebih dimasivkan mengenai stok minyakita di toko yang menjadi pembinaan Bulog, agar masyarakat dapat membeli sesuai dengan HET yang telah ditentukan,” terangnya
“Kami bersama TPID melakukan giat penjualan di warung yang di sebut warung inflasi di pasar Anom dan akan dilakukan di pasar pasar di kecamatan dengan memberikan harga sesuai HET,” tuturnya
Tingkat inflasi yang terjadi ucap Dadang dikarenakan harga emas yang naik signifikan, tapi tidak berpengaruh kepada komoditas yang ada.
“Yang kami jaga kalau ada kenaikan BBM, tapi untuk sementara ini BBM bersubsidi seperti Pertamax biasa dan pertalite tidak naik, sehingga tidak terpengaruh kepada daya beli masyarakat,” pungkasnya













