
SUMENEP | SIGAP88 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan transformasi layanan primer dan memperkuat sistem ketahanan kesehatan, Dinas kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar pertemuan
refreshing mikroskopis dilayanan puskesmas dan rumah sakit se Kabupaten Sumenep, Rabu 21 Januari 2026.
Dalam acara pertemuan Refreshing Miskroskopis, Dinkes P2KB Sumenep menghadirkan nara sumber Didik Mohammad Lutfi dari Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Provinsi Jawa Timur
Dalam giat itu dihadiri sebanyak 31 tenaga laboratorium dan 7 analis dari rumah sakit pemerintah maupun swasta yang ada di Kabupaten Sumenep.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep Drg Ellya Fardasah melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri menyampaikan, kegiatan pertemuan refreshing mikroskopis bertujuan untuk mereview kembali tentang penggunaan miskroskop bagi tenaga analis di masing masing puskesmas dan rumah sakit
“Kegiatan ini bertujuan agar para analis yang ada di setiap puskesmas dan rumah sakit lebih mampu menentukan hasil diagnosa penyakit bagi pasien,” Achmad Syamsuri
Menurutnya, dengan mendatangkan Nara sumber dari Balai Labkesmas Jawa Timur para analis yang dari Puskesmas dan Rumah sakit dapat menggali kembali tentang metode pemeriksaan melalui mikroskop.
“Para analis bisa menambah perbendaharaan pengetahuan tentang pemakaian mikroskop mengenai sampel darah dan menentukan hasil yang sempurna,” ujarnya
Ia berharap, melalui pengetahuan penggunaan alat mikroskop akan lebih efektif lagi menganalisis dan mendiagnosa segala penyakit yang tidak bisa tercover oleh alat yang baru, seperti penyakit makaria
“Tenaga analis dengan mikroskopis yang ada di Puskesmas dan rumah sakit lebih memahami lagi cara pemeliharaannya dan cara penggunaan yang baik dan tepat analisis,” harapnya
Sementara itu narasumber dari Balai Lamkesmas Provinsi Jawa Timur Didik Mohammad Ludfi menyampaikan, Kami dari Badan Lamkesmas Jawa timur memberikan refresing ulang tentang mikroskopis kepada para analis mikroskop puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Sumenep,
“Refresing ini dalam rangka memberikan pemantapan kembali kepada para analis di puskesmas dan rumah sakit rentang kasus kasus penyakit seperti, penyakit Malaria” tuturnya.
Menurutnya, WHO masih terfokus kepada penelitian melalui mikroskop, walaupun kita tidak menampik dengan kecanggihan teknologi saat ini
“Untuk pemeriksaan malaria, kami masih memakai alat mikroskop untuk mendiagnosis penyakit malaria, bahkan program nasional masih menetapkan bahwa mikroskop merupakan alat yang mampu mendeteksi penyakit malaria,” tegasnya
“Mikroskopis dapat mendeteksi jenis penyakit malaria dan stadiumnya, serta mampu mendeteksi jumlah parasitnya yang diderita oleh pasien,” tuturnya
Didik memungkasi, melalui acara ini, para analis dapat meningkatkan kapasitas pemeriksaannya. “Melalui hal ini dapat mencegah dan menangkal penyakit malaria yang mungkin kurang terdeteksi,” pungkasnya













