SUMENEP | SIGAP88 – Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar lomba karapan sapi tingkat Kabupaten Sumenep memperebutkan piala Bupati yang terselenggara di lapangan karapan sapi Giling Kecamatan kota. Ahad (14/09).

Karapan sapi yang merupakan ajang bergengsi tingkat Kabupaten Sumenep tahun 2025 yang merupakan hasil seleksi di tingkat eks Kawedanan.

Kini, dari hasil seleksi karapan sapi piala Bupati telah menghasilkan enam pasang sapi yang siap menjadi perwakilan Kabupaten Sumenep di piala Presiden yang rencananya bakal digelar di Kabupaten Bangkalan pada tanggal 19 Oktober 2025 mendatang

Nama 6 pasang sapi yang masuk seleksi menuju piala Presiden adalah, dari golongan atas nama sapi, Bola Api Neraka, Kembang Api Jektor, Barakai Geriduh Onggu, dari golongan bawah, nama sapi Kereta Malam, DRT Malindos, Babar Oke Gaes.

Baca Juga  Lapas Kelas III Arjasa Tingkatkan Layanan Sepenuh Hati

Sebelumnya Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo melalui kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Iksan, menegaskan karapan sapi bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan juga warisan budaya yang telah mengakar kuat di Madura.

“Karapan sapi bukan hanya ajang adu cepat lari, akan tetapi merupakan bukti bahwa leluhur kita mempunyai identitas tersendiri sebagai orang Madura,” kata Moh Iksan.

Bahkan, menurutnya, pemerintah bersama masyarakat saling mendukung untuk melestarikan budaya karapan sapi yang merupakan icon Madura termasuk Kabupaten Sumenep.

Baca Juga  Wakil Bupati Sumenep Ingatkan CJH Jaga Kesehatan Dalam Menjalankan Ibadah

Karena menurut survei sapi karapan cikal bakalnya dari pulau Sapudi.

“Ini akan meningkatkan harga sapi dan akan meningkatkan ekonomi para peternak sapi dan pecinta sapi kerap,” ujarnya.

“Sapi kerap yang sudah mahir dan masuk kelas, dapat di bandrol ratusan juta,” tegasnya

Iksan juga menerangkan bahwa, melalui event karapan sapi ini juga menggeliatkan ekonomi para UMKM.

“Event seperti ini mampu menggeliatkan ekonomi masyarakat,” terangnya

Sementara itu, Ketua Pakar Sakera, Candra Wijaya, menegaskan bahwa karapan sapi merupakan tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan..

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-10 Waru Dampingi Posyandu di Desa Tampojung Tengah

“Karapan sapi merupakan simbul kebanggaan masyarakat Madura, dan melalui event seperti ini merupakan bentuk pelestarian budaya,” ucapnya.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui tagline BISMILLAH MELAYANI terus mendorong pelestarian budaya karapan sapi dan upaya mengembangkan peningkatan ekonomi melalui pedagang kecil dan UMKM,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE