Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman(PLP), Dedi Falahuddin

SUMENEP | SIGAP88 – Setiap tahun Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelontorkan Dana melalui APBD guna mendorong ketersediaan air bersih dan Mandi Cuci Kakus (MCK) sebagai sarana umum yang daerahnya rawan kekeringan di waktu kemarau.

Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menganggarkan dana sebesar Rp 18 miliar untuk penyediaan air bersih dan MCK di beberapa kecamatan yang rawan air bersih.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) kabupaten Sumenep, Eri Susanto, melalui Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman(PLP), Dedi Falahuddin saat ditemui sigap88.com di ruang kerjanya menyampaikan, di bidang kami mendapat kucuran dana Rp 18 miliar untuk penyediaan air bersih dan MCK.

Baca Juga  YBM PLN Salurkan 30 Mushaf Tahfidz ke Ponpes Al Ihsan Sumenep

“Tahun 2025 ini, pemerintah kabupaten Sumenep mengucurkan dana sebesar Rp 18 miliar untuk bidang PLP yang diperuntukkan pengadaan air bersih dan MCK di wilayah titik rawan air bersih,” kata Dedy Falahuddin. Jum’at (14/02).

Dia menjelaskan, anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk pengadaan air bersih, sedangkan Rp 12 miliar untuk MCK.

“Dana tersebut untuk sekitar 35 titik, di daratan dan kepulauan,” jelasnya.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-06 Pademawu Bantu Warga Desa Pagagan Cabut Rumput Liar

“Program pemerintah ini dalam rangka mengantisipasi kekurangan air bersih, dan penanganan stunting,” imbuhnya

Dedi merinci, kecamatan yang akan mendapatkan program tersebut seperti di desa Kolpoh serta desa Jangkong, kecamatan Batang Batang, selain itu desa Prancak Kecamatan Pasongsongan, desa Sentol Laok Kecamatan Pragaan, Kecamatan Talango, desa Gendang Timur dan desa Prambanan, kecamatan Gayam, desa Karang Nangka, Kecamatan Raas.

“Program tersebut akan dilaksanakan mulai Bulan Maret 2025 sampai bulan September 2025,” tegasnya.

Sesuai dengan Perda Nomer 3 tahun 2024 tentang pengelolaan air limbah, maka dengan adanya perda tersebut masyarakat harus membangun tangki bawah tanah yang berfungsi untuk menampung dan mengolah limbah cair dari rumah tangga (Septic tank) dengan kapasitas tidak bocor.

Baca Juga  Tim Yankes Bergerak Jatim Berhasil Tangani Persalinan Warga Kecamatan Raas Diatas Kapal Dharma Kartika

“Kami berharap masyarakat sadar untuk menjaga kelestarian air, dengan menanam pohon, memperbanyak serappan,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE