Pamekasan | SIGAP88 – Paguyuban Pelopor Petani dan Pengusaha Tembakau Madura (P4TM) hari ini, Minggu 11 Agustus 2024 melakukan pembelian perdana tembakau petani Madura di Gudang Induk Bawang Mas Group Desa Blumbungan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan

Owner PT Bawang Mas group Khoirul Umam menyampaikan, setiap pembelian tembakau pihaknya tetap mengacu kepada kualitas tembakau petani yang di jual.

“Kualitas tembakau menjadi acuan pertama untuk menentukan harga,” kata owner PT Bawang Mas Khoirul Umam.

Maka dari itu, petani jangan gegabah atau tergesa-gesa untuk memanen tembakaunya.

“Kualitas yang kami inginkan salah satunya tembakau betul-betul tua saat di panen,” jelasnya.

Baca Juga  Perkuat Transparansi ESG, PT Terminal Petikemas Surabaya Gelar Pelatihan Penyusunan Laporan Keberlanjutan

“Pembelian perdana ini bagi tembakau yang katagori bagus kami lepas dengan harga Rp 80 ribu, sedangkan yang kualitasnya rendah kami ambil Rp 50 ribu, terkecuali yang tidak masuk greet,” terangnya.

H. Her mengatakan pula bahwa, pada pembelian perdana ini masih lumayan banyak tembakau yang masih muda sudah di panen sehingga, mempengaruh kualitasnya.

“Saya mengimbau kepada para petani tembakau agar memanen tembakaunya yang sudah tua, dan jangan sampai mencampuri dengan gula dan yang lain,” pintanya

H. Her juga berharap, cuaca bisa bersahabat dengan kita sehingga kualitas tembakau lebih baik lagi dari pada tahun sebelumnya.

Baca Juga  Satreskrim Polres Pamekasan Berhasil Mediasi Kasus Penganiayaan di Palengaan

“Pembelian perdana ini sudah melepas harga Rp 80 ribu dan dapat dimungkinkan akan naik seiring dengan kualitas tembakau yang baik pula,” terangnya

Sementara itu, perwakilan para petani tembakau Madura Abdul Hadi, menyampaikan, Bawang Mas Group ini tetap akan membeli tembakau yang tidak masuk greet sesuai dengan harga.

“Jadi Bawang Mas Group tetap membeli tembakau yang sudah dinyatakan tidak masuk greet, sehingga petani dalam hal ini tidak merasa rugi,” jelasnya.

Maka, dengan kejadian tembakau di panen masih muda dicampuri dengan gula dan yang lain pasti mengakibatkan kualitas tembakau jelek dan berdampak pula kepada harga.

Baca Juga  Jaga Kondusifitas Wilayah, Polres Sumenep Gelar Apel dan Patroli Skala Besar

“Dalam hal ini jangan menyalahkan pabrik kalau harga tidak seperti yang di harapkan, karena tembakau kualitasnya jelek,” ujarnya.

“Semoga tahun ini para petani mendapatkan keuntungan yang maksimal,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE