PAMEKASAN | SIGAP88 – Pada tanggal 1 Juni 2024, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”

Tema ini menggarisbawahi peran sentral Pancasila sebagai jiwa dan semangat pemersatu yang mengantarkan Indonesia menuju visi besar menjadi negara maju pada tahun 2045.

Seperti juga Lapas kelas II A Pamekasan menggelar upacara hari lahirnya Pancasila, yang mana peserta upacara memakai baju adat seperti baju adat Madura, baju adat Betawi dan baju adat Bali.

1717212978174Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas kelas IIA Pamekasan, Laksono Novan Saputro, menyampaikan semua anggota Lapas kelas II A Pamekasan melakukan upacara hari kelahiran Pancasila.

Baca Juga  Enam Jemaah Haji Asal Jatim Dikabarkan Wafat di Arab Saudi

“Kami petugas lapas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terdiri dari kultur yang berbeda, akan tetapi kita dikuatkan dengan kebhinekaan tapi satu dalam kesatuan bangsa Indonesia,” kata Novan Saputro

Novan mengatakan, peringatan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menghargai sejarah lahirnya Pancasila, tetapi juga untuk mengingatkan seluruh masyarakat tentang nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat merefleksikan semangat persatuan dan keadilan yang diamanatkan dalam Pancasila, serta menjaga agar nilai-nilai tersebut tetap hidup dalam setiap aspek kehidupan bangsa” kata dia.

Tema ini memiliki maksud bahwa Pancasila menyatukan kita dengan segala perbedaan suku, agama, budaya dan bahasa dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri, dan berdaulat.

Baca Juga  Hari Otda 2026, Pemkab Jombang Sabet Penghargaan Nasional Kinerja Pemerintahan Terbaik Peringkat 4

“Diharapkan seluruh masyarakat dapat berkontribusi dan bekerja sama dalam mewujudkan cita-cita tersebut, menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk memajukan Indonesia,” jelasnya.

Disinggung upacara hari lahir Pancasila, memakai baju adat, Novan menjelaskan bahwa, walaupun kita beda adat istiadat, budaya, etnis, bahasa, namun kita adalah satu kesatuan bangsa Indonesia.

“Latar belakang yang ada di Lapas kelas II A Pamekasan walaupun berbeda beda akan tetapi tidak melunturkan semangat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan warga binaan yang berani, mandiri, terampil dan dapat turut serta dalam pembangunan nasional yang merupakan tujuan lembaga pemasyarakatan,” paparnya.

Baca Juga  Dinsos P3A Sumenep Siap Kolaborasi Dengan BPBD Suplai Air Bersih Saat Kemarau

Novan berharap, warga binaan yang setelah menjalani pidana maupun yang sedang menjalani dapat memaknai hari lahir Pancasila, “untuk memperkuat rasa nasionalisme sehingga, dapat menyadari kesalahannya, tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum lagi sehingga menjadi, warga negara yang lebih baik,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE