Sumenep | Sigap88 – Tragedi di Stadion Kanjuruhan Sabtu malam kemarin berakhir tragis, dimana ratusan suporter yang terdiri dari Arema FC vs Persebaya dinyatakan meninggal dunia dan bahkan ada beberapa anggota instansi pengamanan juga gugur dalam mengamankan acara tersebut

Dari kejadian itu Aktivis yang tergabung dalam Demokrasi Dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur Kabupaten Sumenep (Dear Jatim Korda Sumenep) Mahbub Junaidi meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar segera mendalami tragedi kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa ini

“Kami meminta dengan tegas kepada Jenderal Listyo Sigit Probowo dalam kusus ini supaya segera di usut lebih mendalam, karena ini merupakan sejarah baru dalam dunia sepakbola di Indonesia dimana ada ratusan orang yang sampai kehilangan nyawa”. Tegas Ketua Dear Jatim Korda Sumenep Mahbub Junaidi. Minggu (2/10/2022)

Baca Juga  Wujudkan Sinergitas, Kasat Binmas Polres Pamekasan Terjun Langsung Gotong Royong Bangun Jembatan Penghubung Desa

Menurut penilaian Mahbub, Kapolda Jatim dan Kapolres Malang gagal dalam melaksanakan pengamanan duel super big match itu sehingga banyak memakan korban jiwa. “Harusnya laga tersebut di selenggarakan waktu sore hari, karena kalau di selenggarakan malam hari jelas sangat beresiko tinggi terhadap keselamatan semua orang”. Jelasnya

Sebelumnya pihak Aremania sudah meminta kepada Panitia Pelaksana (Panpel) untuk memainkan laga di sore hari, namun PSSI dan PT LIB Serta INDOSIAR Menolak permohonan dari Aremania tersebut

Baca Juga  Diskop UKM dan Perindag Sumenep Perkuat sektor Ekonomi Kerakyatan

“Saya menduga PSSI, PT LIB dan INDOSIAR hanya fokus kepada kepentingan pribadi saja dan bahkan untuk menaikan rating saja, apabila sudah terjadi seperti ini adalah langkah yang salah. Sebab kejadian itu bukan antar suporter”. Terangnya

Selain itu Aktivis Dear Jatim Sumenep juga berharap kepada Kapolri untuk segera Membentuk Timsus mengingat kejadian ini benar-benar banyak menelan ratusan korban jiwa, dan menurut kabar yang beredar diduga Panpel menjual tiket Over Capacity, dimana yang sebelumnya 30 ribu kapasitas namun terjual 42 ribu tiket

Baca Juga  Jalin Silaturahmi, Babinsa Koramil 0826-07 Pegantenan Komsos bersama Warga Desa Tanjung

“Ini sudah sangat melanggar aturan jadi sangat perlu dilakuan tindakan dan bahkan Dugaan saya juga mengacu kepada penggunaan gas air mata, dimana FIFA melarang untuk menggunakan alat tersebut, jadi saya meminta kepada Menpora, Kapolri, dan Ketum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang tragedi pelaksanaan pertandingan sepakbola ini”. Tutupnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE