Sumenep | Sigap88 – Bupati Pamekasan Achmad Fauzi, SH. MH saat menghadiri Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, di De Bagraf Hotel Sumenep,menyampaikan, kepada semua pelaku usaha mengutamakan tenaga kerja lokal. Rabu. (22/06).
“Kami berharap kepada semua pelaku usaha yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sumenep hendaknya menyerap tenaga lokal,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.
Dirinya berharap, para pelaku usaha ikut mendorong untuk mengurangi pengangguran, dengan mempekerjakan masyarakat lokal di dunia usahanya, sebagai upaya mengentaskan kemiskinan di daerah.
Maka dari itu, pemerintah daerah memberikan pelayanan perijinan dengan baik kepada pengusaha agar mampu melaksanakan kegiatan usahanya dengan mudah dan semakin maju, serta tidak melanggar peraturan perundang-undangan.
“Setidaknya Kamu telah memberikan peluang dan harapannya para Pelaku usaha membuka peluang untuk memberikan lapangan pekerjaan kepada tenaga kerja lokal,” ucapnya.
Dengan begitu mampu mengurangi angka pengangguran di daerah, dan diharapkan pula dapat meningkatkan perekonomian Kabupaten ujung timur pulau Madura ini,” papar Fauzi sapaan akrab Bupati Sumenep
Disampaikan pula oleh Fauzi, selain mengutamakan tenaga kerja lokal, para pelaku usaha juga penting mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan, guna mengantisapasi peristiwa kecelakaan kerja.
“Dengan di ikut sertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan mampu memberikan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan bagi pekerja di Kabupaten Sumenep,” paparnya
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP-Naker) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengungkapkan, sosialisasi implementasi perizinan berusaha berbasis risiko untuk mengoptimalkan aplikasi Online Singel Submission Risk Based Approach (OSS RBA) agar bisa dilaksanakan sebagai wadah implementasi berusaha bagi pengusaha dan masyarakat.
“Kegiatan ini juga merumuskan permasalahan dan kendala pelaksanaan perizinan berbasis risiko dari masyarakat dan pengusaha sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan perizinan,” ungkapnya.
Kegiatan ini menghadirkan para perwakilan pengusaha di daerah terutama yang belum memiliki izin termasuk belum lengkap perizinannya. “Kami mengundang pula pengusaha yang sudah keluar izinnya untuk berbagi pengalaman mengurus izin dengan OSS RBA itu,” tandasnya.















