Pamekasan | Sigap88 -Kapolres Pamekasan AKBP Rogib Triyanto, S.Ik saat menemui para pengunjuk rasa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan menyampaikan bahwa, kasus pupuk bersubsidi yang diduga telah diselewengkan Masih dalam tahap pendalaman penyelidikan.

Kapolres menyampaikan bahwa unras yang dilakukan oleh GMNI mendorong Polres Pamekasan secara aktif turun ke bawah terkait dengan adanya dugaan penyelundupan pupuk di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Ponorogo.

“Ada dua poin yang disampaikan oleh GMNI mengenai pengungkapan kasus dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi, dan penanganan kasus secara tuntas,” kata Kapolres Rogib. Senin (07/02).

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-01 Pamekasan Dampingi Giat Imunisasi di Posyandu Kelurahan Patemon

Disampaikan oleh Kapolres Rogib bahwa, ada personil yang dilibatkan dalam Komisi pengawasan, pupuk dan Pestisida (KP3). “Diharapkan ada peran yang besar untuk pengawasan pupuk, karena kita selaku Polri yang punya kapasitas yang besar dalam penanganan kasus tersebut,” ucap Rogib.

“Ini hal yang positif bagi kita dan sebagai koreksi, terhadap kinerja Polres Pamekasan terkait perbaikan kinerja Polres Pamekasan,” ujarnya.

Selanjutnya, ungkap Kapolres Rogib, pihaknya telah menandatangani terkait dua materi yang telah diajukan. “Kami mohon pula agar di bantu dari eksternal terkait dengan informasi penyelundupan pupuk, agar kami bisa secara intensif mengetahui tentang pendistribusian pupuk bersubsidi ini,” terang nya.

Baca Juga  Electric Vehicle Jadi Primadona, PLN UP3 Madura Dorong Budaya Ramah Lingkungan lewat Program PLN Clean Energy Day

Seperti yang kita ketahui bahwa pengawasan pupuk bersubsidi ini oleh Sekda, yang didalamnya ada Polri, TNI, Kejaksaan, Satpol PP, Dinas Pertanian. “Semua ini sama sama mempunyai peran namun, Polri mempunyai peran besar melakukan eksen untuk menghindari kelangkaan pupuk di masyarakat.

“Kami akan menggali melalui tim yang sudah ada yang telah terlibat secara langsung dalam pengawasan tersebut, dan selanjutnya akan menggali pula dari sektor ekternal,” jelasnya.

Karena kami sampai saat ini belum tahu kebenarannya pupuk tersebut dari mana, cuma sekedar informasi bahwa pupuk tersebut dari Pamekasan. “Kami masih mencari informasi langsung dari yang terlibat di KP3,” tegasnya.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-10 Waru komsos bersama Perangkat Desa Tampojung Tenggina

“Kami juga masih menunggu hasil penyidikan yang dilakukan oleh Polres Tuban,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE