Tingkatkan Penyembuhan TBC, Puskesmas Arjasa Aktifkan Program Pengawas Minum Obat

SUMENEP | Sigap88 – Guna meningkatkan kesembuhan penyakit Tuberkulosis (TBC) Kepala Puskesmas Arjasa dr Dini Martanti, M.Kes mengaktifkan Pengawas minum Obat (PMO) yang terlibat dalam pengobatan pasien hingga pasien tersebut dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan.

“Dengan adanya PMO dapat meningkatkan kesembuhan pasien TBC dan penyakit lainnya,” kata dokter Dini, sapaan akrabnya, Senin(18/11)

Dokter Dini menyebutkan bahwa, penderita TBC di wilayah Puskesmas Arjasa tahun 2024 sebanyak 60 penderita.

“Sesuai data yang ada penderita TBC sebanyak 60 penderita, dan yang sudah selesai pengobatan 13 pasien,” ucapnya.

Selain itu, Dini mengungkapkan, pihaknya punya program Jum’at keliling (Juling) yang mana dapat berkunjung kepada pasien untuk memantau langsung kepada pasien, baik keadaannya dan lingkungannya.

Baca Juga  Dandim 0826 Pamekasan Dampingi Danrem 084 Bhaskara Jaya Cek Progres Pembangunan Jembatan Beton

Sementara itu, tim dari Pelayanan Kesehatan Bergerak Jatim, Christian Yochanan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim menyampaikan, kegiatan program TBC ada dua yang dilakukan yaitu, pemeriksaan kepada pasien yang kontak serumah.

Bahkan dalam hal ini pihaknya juga berkolaborasi dengan dokter spesialis paru dari RSUD dr Moh Anwar Sumenep.

“Pasien setelah dilakukan Rontgen dilanjutkan pemeriksaan oleh dokter spesialis,” ujarnya.

Kegiatan berikutnya yang kita tangani adalah membentuk desa peduli dan mandiri (Delima)dalam rangka pencegahan dan pengendalian kusta.

“Kami melakukan sosialisasi tentang TBC kepada masyarakat umum, sehingga peran semua masyarakat sangat penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit TBC dan Kusta,” jelasnya.

Baca Juga  Dinkes P2KB Sumenep Upayakan Percepat Pemenuhan Kebutuhan Alkes Fisioterapi di Puskesmas Pagerungan Besar

Christian Yochanan memaparkan, ada 8 ciri ciri TBC, batuk lebih dari 2 Minggu, demam tanpa sebab lebih dari 2 Minggu, batuk berdahak, sesak bernafas, bergerak di malam hari tanpa aktifitas, nafsu makan turun sehingga berat badan turun, badan mudah lemah dan ada benjolan di leher dan ketiak.

“Apabila masyarakat menemukan ciri ciri seperti itu masyarakat bisa mencurigai dan diharapkan untuk dibawa ke puskesmas dan rumah sakit untuk di periksa,” terangnya.

Christian Yochanan menegaskan bahwa penyakit TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan TBC dapat di sembuhkan dengan aktif berobat secara teratur.

“Pemerintah hadir dalam memberikan pengobatan kepada penderita TBC secara gratis,” tegasnya.

Baca Juga  Desa Pagerungan Kecil Terima CSR Danantara

Bahkan, Christian Yochanan memastikan bahwa dengan minum obat secara rutin akan cepat penyembuhannya, ia menyarankan agar tetap minum obat agar bakteri dalam tubuh hilang.

“Yang kita harus perhatikan adalah infeksi laten, orang yang sudah tertular tapi belum sakit, harus diberikan pencegahan dan minum obatnya seminggu sekali selama tiga bulan, dan obatnya tersedia di puskesmas atau rumah sakit secara gratis,” imbuhnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE