
SUMENEP | SIGAP88 – Ketimpangan pembangunan infrastruktur antara wilayah daratan Kabupaten Sumenep dengan kepulauan selalu menjadi ujung pembahasan setiap fraksi, lebih lebih fraksi Gerindra dan fraksi PKS.
Seperti yang disampaikan oleh perwakilan Gerindra – PKS, Agus Hariyanto, sampai saat ini hasil reses menyimpulkan bahwa kesenjangan pembangunan antara daratan dan kepulauan.
“Kesenjangan pembangunan infrastruktur antara daratan dan kepulauan sangat nampak sekali,” ungkap Agus Hariyanto di sidang paripurna DPRD Sumenep. Selasa (31/03).
Bahkan politisi partai Gerindra ini menyebut, secara umum, pembangunan belum sepenuhnya menjangkau wilayah kepulauan secara optimal.
Ia memaparkan, kesenjangan tersebut terlihat dari terbatasnya akses infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi yang masih dirasakan masyarakat di pulau-pulau.
Maka dari itu diperlukan perubahan orientasi pembangunan agar lebih merata dan menyentuh seluruh wilayah.
“Pada umumnya setiap fraksi berharap tidak ada lagi ketimpangan dalam pelayanan dan pembangunan, baik di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan maupun kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Agus juga menegaskan, pembangunan di wilayah kepulauan masih jauh dari kata merata. “Jalan rusak yang merupakan akses vital harus menjadi perhatian khusus pemerintah,” jelasnya.
“Pemerintah harus melihat aspek pembangunan infrastruktur jalan poros guna, memberikan aspek peningkatan ekonomi masyarakat kepulauan,” paparnya.
Selain itu, sektor kesehatan perlu pembenahan serius, peningkatan layanan kesehatan di RSUD Abuya Kangean yang harus dilengkapi dengan ruangan poli dan dokter spesialis.
Sektor pendidikan sambung Agus, harus pula menjadi prioritas demi tercapainya generasi emas 2040.
“Kami berharap, pemerintah segera melakukan action guna tidak ada ketimpangan pembangunan antara daratan dan kepulauan,” pungkasnya.














