Surabaya | SIGAP88 – Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) melanjutkan program transformasi yang telah dilakukannya semenjak merger Pelindo. Salah satu langkah strategis terbaru adalah digitalisasi dan sistemisasi dengan mengimplementasikan World Class Terminal Operating System (TOS) Nusantara di TPK Jayapura.

TOS Nusantara merupakan sistem operasi terminal peti kemas berstandar internasional yang secara bertahap akan diimplementasikan di seluruh terminal yang dikelola oleh SPTP. Penggunaan TOS Nusantara di TPK Jayapura ditandai dengan kegiatan bongkar muat KM. Flores Mas sebanyak 495 box (bongkar 221 box; muat 274 box) pada Sabtu (01/03/2025).

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menjelaskan bahwa TPK Jayapura merupakan terminal ke 13 dibawah SPTP Group yang berhasil mengimplementasikan TOS Nusantara, yang mana sebelumnya sudah diterapkan di T009 Priok, TPK Makassar, TPK Ambon, IPC TPK Pontianak, Makassar New Port, IPC TPK Palembang, TPK Belawan, IPC TPK Panjang, TPK Bitung, IPC TPK Teluk Bayur, IPC TPK Jambi, dan TPK Kupang.

Baca Juga  Enam Jemaah Haji Asal Jatim Dikabarkan Wafat di Arab Saudi

Selain sudah berstandar internasional, sistem TOS Nusantara memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung standarisasi dan sistemisasi terminal peti kemas menggunakan teknologi terkini. Sistem ini menggabungkan teknologi visualisasi 3D sehingga memberikan kemudahan dalam pengaturan kegiatan peti kemas baik di lapangan penumpukan maupun di atas kapal.

Widyaswendra menambahkan bahwa dengan implementasi TOS Nusantara, seluruh pergerakan petikemas dapat dimonitor secara real-time dan akan meningkatkan produktivitas terminal. Dengan begitu, jelas akan memperkuat kegiatan operasional TPK Jayapura yang sudah berbasis planning and control.

“Implementasi World-Class Terminal Operating System yaitu TOS Nusantara di TPK Jayapura akan mendukung standarisasi layanan peti kemas yang terintegrasi oleh PT Pelindo Terminal Petikemas. Selain itu, keberhasilan digitalisasi dan sistemisasi ini akan meningkatkan kemampuan SDM operasional terminal petikemas menuju world class sehingga dapat memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa dan efisiensi operasional, khususnya untuk membangun konektivitas di Indonesia Timur,” paparnya melalui Siaran Pers, Kamis (13/3/2025).

Baca Juga  Cegah Kelangkaan Minyak Goreng, TPID Sumenep Jual Minyakita di Pasar Tradisional

Kepala PT Temas Cabang Jayapura Fitra Haryadi menyebutkan manfaat langsung dengan TOS Nusantara ini pembuatan dokumen yang berisi informasi detail mengenai muatan peti kemas untuk kegiatan bongkar menjadi jauh lebih mudah daripada sebelumnya.

“Dengan TOS Nusantara ​​pembuatan Bayplan/Stowage Plan Occupied and Empty lebih mudah dibanding sistem sebelumnya. Proses ini kini lebih cepat dan lebih akurat, sehingga memudahkan operasional kami sebagai pelayaran yang menggunakan jasa bongkar muat SPTP,” jelasnya.

Baca Juga  Pelindo Terminal Petikemas Catat Arus Peti Kemas di TPK Sorong Tumbuh 10% pada Triwulan I Tahun 2026

Menurut catatan, Fitra menambahkan, untuk bongkar muat sebanyak 495 box bisa selesai kurang dari 24 jam. Ia melihat masih ada beberapa ruang perbaikan agar sistem ini dapat digunakan secara optimal dan berharap pengoperasian TOS Nusantara di TPK Jayapura dapat mendukung operasional terminal menjadi lebih baik lagi.

Melalui program-program yang terus dijalankan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas menunjukkan komitmen korporasi dalam kontribusinya memastikan kelancaran rantai pasok logistik di Indonesia bagian timur.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE