
SURABAYA | SIGAP88 – Sebanyak 600 ribu pesilat dari 38 perguruan yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya menyatakan siap mendukung aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas pascakerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Deklarasi dukungan itu disampaikan langsung Ketua IPSI Surabaya, Bambang Harjo Soekartono. Menurutnya, keberadaan para pesilat bukan hanya sebagai penjaga seni bela diri dan budaya, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang siap membantu masyarakat demi terwujudnya rasa aman.
“Kami bersepakat akan membantu masyarakat dengan berkoordinasi bersama pihak keamanan untuk menciptakan rasa aman di tengah situasi Surabaya pasca kerusuhan,” kata Bambang usai deklarasi di Surabaya, Senin, (1/9/2025).
Bambang menilai, kondisi Surabaya beberapa waktu terakhir memang sempat membuat masyarakat merasa tidak tenang. Oleh karena itu, IPSI memandang penting ikut serta secara aktif dalam mendukung keamanan kota.
Jumlah pesilat di Surabaya yang mencapai 600 ribu orang, atau sekitar 20 persen dari total penduduk kota, diyakini dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung aparat keamanan yang jumlahnya lebih terbatas.
“Ini kekuatan yang sangat besar. Karena itu, kami bersepakat untuk mendukung masyarakat Surabaya agar merasa aman dan nyaman,” tegas Bambang, yang juga merupakan Anggota Komisi VII DPR RI.
Untuk memperkuat langkah ini, IPSI Surabaya membentuk satuan tugas (satgas) khusus pencak silat. Satgas ini akan bersinergi dengan kepolisian dan TNI dalam mengawal keamanan kota.
Bambang menambahkan, sebenarnya Surabaya sudah memiliki Satgas Jogo Suroboyo yang berfungsi menjaga keamanan kota. Dengan tambahan satgas pencak silat, kekuatan ini dapat semakin menyatu demi menghadirkan ketertiban.
“Saya pikir perlu adanya satgas khusus untuk silat atau IPSI itu sendiri. Sebenarnya, Surabaya sudah memiliki Satgas Jogo Suroboyo. Jadi, kalau bisa disinergikan, akan sangat positif. Kita harapkan masyarakat Surabaya bisa kompak dalam menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan kota,” jelasnya.
IPSI Surabaya tidak sendiri. Beberapa perguruan silat besar, seperti Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Pagar Nusa, SH Winongo, dan Kera Sakti, telah lebih dulu menjalin kerja sama dengan aparat keamanan. Kolaborasi tersebut bahkan sudah berjalan hingga tingkat Jawa Timur.
“Kebetulan ada empat perguruan, yaitu PSHT, SH Winongo, dan Pagar Nusa yang sudah bekerja sama dengan kepolisian. Bahkan, kolaborasi ini sudah berjalan di tingkat Jawa Timur. Dalam waktu dekat, Surabaya juga akan mendukung Polri untuk deklarasi bersama,” ungkap Bambang.
Dengan sinergi antara aparat keamanan, organisasi silat, dan masyarakat, Bambang optimistis Surabaya akan tetap aman, damai, dan kondusif. Ia menegaskan, kebersamaan seluruh elemen menjadi kunci utama dalam menjaga kota ini tetap nyaman bagi warganya.
IPSI berharap keberadaan pesilat bukan hanya menjadi kekuatan bela diri, tetapi juga simbol persatuan, moralitas, dan kepedulian sosial yang berpihak kepada masyarakat(*)














