
SUMENEP | SIGAP88 — Musik tong-tong Sumenep kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kesenian tradisional khas Madura tersebut resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Musik tong-tong Sumenep menjadi salah satu dari 11 event di Jawa Timur yang masuk dalam KEN 2026. Penetapan ini menjadi pengakuan atas kekuatan seni budaya lokal sekaligus potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Sumenep.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Faruk Hanafi melalui Kepala Bidang Pemasaran Hendarti Antadewi membenarkan masuknya musik tong-tong Sumenep dalam KEN 2026.
Menurut Hendarti, pencapaian tersebut patut diapresiasi karena musik tong-tong telah menjadi bagian kuat dari kehidupan masyarakat Sumenep dan Madura.
“Patut dibanggakan musik tong-tong kita. Kesenian ini resmi masuk KEN yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata,” ujar Hendarti, Senin (17/8/2026).
Ia menjelaskan, musik tong-tong memiliki daya tarik tersendiri karena mampu memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern. Antusiasme masyarakat terhadap pertunjukan tong-tong juga dinilai menjadi salah satu kekuatan utama kesenian tersebut.
Konsistensi para pelaku seni, kata Hendarti, turut memperkuat keberadaan musik tong-tong sebagai atraksi budaya yang memiliki nilai jual bagi sektor pariwisata.
“Musik tong-tong tidak kalah dengan event daerah lainnya. Konsistensi para pelaku musik tong-tong serta dukungan promosi dari pemerintah daerah mendapat respons positif dari Kementerian Pariwisata,” jelasnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, keberadaan musik tong-tong bukan sekadar hiburan. Setiap penyelenggaraan event yang menghadirkan kesenian tersebut mampu menarik perhatian masyarakat dalam jumlah besar dan berpotensi mendatangkan wisatawan.
“Setiap pelaksanaan event mampu menyedot wisatawan untuk datang ke Kabupaten Sumenep,” katanya.
Dampak lainnya dirasakan sektor ekonomi masyarakat. Ramainya penonton dalam setiap pertunjukan ikut menggerakkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.
“Geliat ekonomi masyarakat semakin tinggi dengan adanya musik tong-tong karena mampu menyedot penonton dalam jumlah besar,” pungkas Hendarti.
Masuknya musik tong-tong Sumenep dalam KEN 2026 sekaligus membuka peluang lebih besar bagi kesenian khas Madura tersebut untuk dikenal secara nasional dan menjadi bagian dari daya tarik wisata Kabupaten Sumenep.
















