SURABAYA | SIGAP88 – Dalam memperingati Hari Ibu yang ke-95, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, melakukan kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Surabaya, Jalan Mayjend Sungkono

Kegiatan ziarah dan tabur bunga ini diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, dengan diikuti oleh anggota PKK Provinsi Jawa Timur, Polwan, Kowad, Kowal, Dharma Wanita Persatuan (DWP), perangkat daerah seperti Dinsos dan DP3AK, serta organisasi perempuan di Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan diawali dengan upacara ziarah, kemudian dilanjutkan melakukan tabur bunga di makam para pahlawan. Saat ditemui, Ketua TP PKK Jatim, Arumi Bachsin menyampaikan, peringatan Hari Ibu yang ke-95 ini, bisa dipetik sebagai pelajaran, bahwa wanita Indonesia sudah dari nenek moyang memiliki jiwa pejuang.

Baca Juga  Momentum Hari Kartini, Polwan Satlantas Polrestabes Surabaya Bagikan Helm dan Cokelat

“Tahun ini kita merayakan rangkaian hari ibu yang ke -95, nah bisa dibilang 95 tahun itu lebih tua dari usia Indonesia merdeka sendiri. Konferensi hari ibu itu, sudah terlaksana bahkan sebelum Indonesia merdeka. Dari situ kita bisa memetik pelajaran bahwa wanita-wanita Indonesia memang dari nenek moyang kita punya jiwa-jiwa pejuang luar biasa,” tutur Arumi dalam keterangan tertulisnya, Rabu(20/12)

Pada peringatan hari ibu ini, Arumi menegaskan, hari ibu itu diperingati untuk semua kaum perempuan, karena menurutnya, banyak yang salah kaprah, bahwa hari ibu itu hanya dirayakan bagi wanita ketika mereka sudah menjadi ibu.

Baca Juga  50 Pekerja Perempuan di Terminal Petikemas Surabaya Hadir Percaya Diri Berbagai Peran Dalam Acara Cantiknya Kartini TPS

“Jadi supaya membuka bagaimana dulu sejarahnya para perempuan fight buat punya equality atau punya kesetaraan dalam bidang pendidikan, supaya punya kesempatan yang lebih luas lagi. Dan sampai hari ini kita berziarah ke makam-makam para pahlawan perempuan, sehingga menunjukkan perempuan-perempuan ini punya sejarah penting dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia,” kata Arumi.

“Selanjutnya, kan kita sering dengar bahwa di adat timur, perempuan itu tugasnya hanya di dapur, di ranjang dan di sumur. Tapi sebetulnya sejarah kita tidak menunjukkan seperti itu, kita punya equality sejak zaman dulu. Jadi hal-hal itu sepertinya berkembang dengan sendirinya tanpa dasar,” sambung Arumi.

Baca Juga  Gubernur Jatim Bagikan BBM Gratis dan Sembako ke 200 Pengemudi Ojol di Sidoarjo

Arumi berpesan, kepada perempuan-perempuan Indonesia di manapun mereka berada terutama para pemuda dan pemudi agar memaknai peringatan hari ibu ini dengan lebih menghargai kaum perempuan.

“Kita bisa memaknai hari ibu ini sebagai hari untuk menghargai kaum wanita, dan juga jangan lupa sebagai wanita Indonesia kita mau berkontribusi apa untuk bangsa dan negara dan untuk diri kita sendiri,” pungkasnya.(*)

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE