SUMENEP | SIGAP88 – Lomba merangkai orong ketupat merupakan rentetan kalender event Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang di selenggarakan setiap tahun, guna mendorong peningkatan kunjungan wisata dan peningkatan ekonomi masyarakat

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya menyampaikan, Madura atau di masyarakat Kabupaten Sumenep setiap pasca lebaran idul Fitri mempunyai tradisi lebaran ketupat.

Lebaran ketupat kata Ferdiansyah dilaksanakan Seminggu sesudah pelaksanaan hari raya idul Fitri. Maka dari itu pemerintah daerah setiap tahun melaksanakan lomba rangkai orong ketupat.

Baca Juga  DPRD Pamekasan Sampaikan Rekomendasi kepada Bupati

Menurutnya, lomba merangkai orong ketupat merupakan tradisi pasca Hari Raya Idulfitri, tetapi juga diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendorong sektor pariwisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Lomba rangkai orong ketupat atau Festival Ketupat memiliki makna yang jauh melampaui seremoni budaya semata dan juga merupakan tradisi ini sebagai refleksi nilai-nilai sosial yang hidup di tengah masyarakat.” kata Ferdiansyah. Kamis, (26/03).

Bahkan Ferdiansyah menyebut ketupatan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki nilai filosofis, sosial, dan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat.

Baca Juga  HUT Ke-46 Perpusnas RI, Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Jadikan Membaca sebagai Gaya Hidup

Dengan begitu layak kita melestarikan tradisi ini agar pemuda sebagai penerus bangsa dapat melestarikan tradisi ini.

“Pemerintah daerah menggelar lomba merangkai ketupat agar supaya anak bangsa dapat mempertahankan tradisi ini seperti merangkai ketupat kuda, ketupat duduk dan yang lain,” ujarnya

Selain itu, melalui lomba rangkai orong ketupat sebagai magnet wisata yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Lomba rangkai orong ketupat atau festival ketupatan diharapkan mampu menarik wisatawan sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” harapnya

Lomba ketupat ini sambung mantan kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, harus menyuguhkan inovasi agar lebih meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke kabupaten ujung timur Madura.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-05 Larangan Dampingi Program RTLH di Desa Taraban

“Setiap tahunnya harus selalu meningkatkan kreatifitas, sebagai upaya peningkatan wisatawan masuk ke Sumenep yang dampaknya akan meningkatkan ekonomi masyarakat, dengan catatan sebagai magnet wisata yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.” Pungkasnya.

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE