
PAMEKASAN | SIGAP88 – Kegiatan Tarèka Ngèmodhi Ngolang Taon Sè Kapèng 7 Ghâlimpo’ Dhu’remmek di Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan, pada Senin malam, 29 Desember 2025 semakin semarak dengan penampilan memukau siswi SDN Potoan Laok 1, Kecamatan Palengaan.
Vilka Arkana Arsyka bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Sanggar Seni Makan Ati dari berbagai Sekolah di Pamekasan berhasil menghipnotis para tamu undangan saat tampil penuh energi membawakan Tari Rondhing.
Gerakan yang dinamis dan semangat yang ditampilkan para penari cilik tersebut mendapat apresiasi dari seluruh undangan yang hadir.
Kegiatan budaya ini mengusung tema “Malandhu Bhudhājā, Majhurbhu Bhasa Madhura”, sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan bahasa dan budaya Madura di tengah derasnya arus budaya global.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, Wakil Ketua DPRD, perwakilan Kejaksaan, Polres, Dandim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Camat Pamekasan, budayawan Pamekasan, seluruh kepala sekolah tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Pamekasan, anggota Ghâlimpo’ Dhu’remmek, serta tamu undangan lainnya.
Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat baru dalam pelestarian budaya daerah.
“Semoga semua program yang telah dikerjakan selama ini dapat menumbuhkan semangat dan motivasi baru dalam upaya melestarikan budaya tari daerah, khususnya bahasa dan sastra Madura, di tengah derasnya arus budaya global saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal sebagai benteng moral masyarakat.
“Dalam rangka mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal, yaitu bahasa dan sastra Madura, saya percaya kegiatan ini dapat melahirkan ketahanan budaya di tengah kompleksitas pengaruh perkembangan budaya global yang tiada henti menggerus sendi-sendi moralitas dan kearifan lokal yang kita miliki,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, mengaku bangga dapat hadir dan berkumpul bersama para pelestari budaya bahasa Madura.
“Saya sangat bahagia bisa hadir bersama para pelestari budaya bahasa Madura. Dengan adanya kelompok Ghâlimpo’ Dhu’remmek, insyaallah bahasa dan budaya Madura tidak akan musnah atau hilang,” katanya.
Di sisi lain, Vilka Arkana Arsyka mengungkapkan rasa bahagianya usai tampil di hadapan para pejabat daerah.
“Saya sangat senang bisa tampil menari di depan Bupati dan Wakil Bupati. Ini pengalaman pertama saya bisa tampil di acara sebesar ini,” ucap Vilka dengan penuh antusias.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat pelestarian bahasa, sastra, dan seni budaya Madura terus tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda.














