Cegah Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan, Pemkot Mojokerto Gelar Workshop

85
Light Dark Dark Light

Mojokerto | SIGAP88 – Pemkot Mojokerto melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menggelar workshop Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak bagi anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Dharma Wanita Persatuan (DWP) serta anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW)

Kegiatan yang berlangsung di Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto ini, digelar selama dua hari pada tanggal 23-24 Oktober 2023.

Advertisement

Para peserta mendapatkan materi tentang berbagai jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak serta bagaimana cara menghadapinya.

Materi tersebut disampaikan oleh Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia wilayah Jawa Timur, Toetiek Septriasih

Baca Juga  Gubernur Jatim Raih Penghargaan di PWI Jatim Award

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan, saat ini kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi sesuatu yang ditutupi, tetapi faktanya berjumlah sangat banyak.

“Inilah ibu-ibu yang harus kita kampanyekan secara masif. Lebih baik mengadu dan segera kita tangani, daripada diam-diam tapi jadi bom waktu,” katanya (24/10).

Walikota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan, kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat berlangsung selama bertahun-tahun dikarenakan tidak ada keberanian untuk mengadu, sehingga ada banyak korban.

“Supaya korban tidak bertambah banyak, maka ajaklah untuk jangan takut, untuk berani berbicara, berani mengadu. Itu sangat penting supaya ini tidak menjadi semakin banyak korban. Karena rata-rata pelaku itu kalau melakukan kejahatan seksual itu ketika tidak terbongkar maka akan terus dilakukan. tetapi kalau ada yang berani melaporkan maka akan kita buat efek jera,” kata Ning Ita.

Baca Juga  Dinkes P2KB Sumenep Tahun 2024 Terima DBHCHT Rp 31,1 Miliar, Ini Pengalokasiannya

Walikota Mojokerto ini juga menambahkan, untuk melakukan pengaduan warga Kota Mojokerto dapat memanfaat call center 112.

“Sebuah layanan bebas pulsa yang siap selama 24 jam. Di samping itu, saat ini Pemerintah Kota Mojokerto tengah berproses untuk membentuk UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak” kata dia

“Kalau UPTD sudah terbentuk maka insyaallah concern kami terhadap perlindungan perempuan dan anak akan lebih fokus. Karena ada unit pelaksanan teknis yang khusus ngurusi perlindungan perempuan dan anak,” terangnya.

Baca Juga  Bupati Sumenep Kecewa Atas Tindakan ASN Memanipulasi Absensi Digital SIC

Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Kota Mojokerto, Choirul Anwar menambahkan dengan dilaksanakannya workshop ini anggota TP PKK, Dharma Wanita dan GOW Kota Mojokerto nantinya mampu berkontribusi untuk menurunkan kasus kekerasan kepada perempuan dan anak di Kota Mojokerto.

“Setelah para peserta diberikan pelatihan, paling tidak mampu menjadi narasumber dalam mengkampanyekan pencegahan kekerasan kepada perempuan dan anak,” tandas Anwar(*)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE