SUMENEP | SIGAP88 – Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit yang mendapat perhatian khusus di kalangan masyarakat, tak terkecuali di wilayah kepulauan terpencil di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur

Pengecekan dahak penderita TB di puskesmas Pagerungan Besar masih menunggu pengiriman dahak penderita TB dari Puskesmas Sapeken

Pasalnya di Puskesmas Pagerungan Besar belum memiliki alat, sehingga penyebaran TB mengalami peningkatan

Namun, seiring waktu kasus TB menurun dengan melakukan langkah langkah taktis dengan terjun langsung memberikan edukasi kepada keluarga penderita TB

“Kami melakukan edukasi kepada keluarga yang di duga menderita TB, agar setiap kontak harus memakai masker dan menyarankan untuk aktif minum obat,” kata Kepala Puskesmas Pagerungan Besar, Moh Salim,” Rabu (20/05).

Baca Juga  Diduga Perkosa Anak Dibawah Umur, Oknum Guru Ngaji Ditangkap Satreskrim Polres Pamekasan

Maka dari itu, untuk mempercepat penentuan positif ataupun tidaknya, penderita TB, pemerintah Kabupaten bisa memberikan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan begitu cepat penanganan terhadap pasien penderita TB paru.

Menurutnya, penderita TB paru di Pagerungan ini lumayan banyak. “Warga Pagerungan besar yang menderita TB paru, rutin melakukan pengobatan,” tegasnya

“Sesuai data yang ada di kami ada delapan pasien yang rutin melaksanakan pengobatan TB paru,” jelasnya

Baca Juga  Meresahkan, Polres Pamekasan Amankan Pemuda Sampang Bawa Sajam dan 9 Unit Motor Hasil Balap Liar

Guna mengantisipasi meningkatnya kasus TB, puskesmas melakukan langkah langkah seperti, memberikan inovasi kepada pasien paru untuk rutin minum obat, memberikan penyuluhan terhadap warga sekitar penderita TB, dan di setiap posyandu melakukan penyuluhan tentang imunisasi BCG

“Kami memberikan inovasi kepada warga sekitar penderita TB dengan tujuan mencegah penyebaran kasus TB, dan memberikan penyuluhan kepada Ibu Ibu saat posyandu tentang pentingnya Imunisasi BCG dan pencahayaan rumah seperti fentilasi,” terangnya.

Selain itu, penderita penyakit campak sesuai data ada dua pasien dan telah tertangani. “Kami bekerja sama dengan Kangean Energi Indonesia (KEI) memberikan asupan gizi kepada anak untuk menurunkan angka stunting, seperti makanan dan susu,” papar Salim.

Baca Juga  Wakil Bupati Sumenep Jadi Irup Hardiknas dan Harkitnas 2026

“Kami berharap, Puskesmas Pagerungan besar mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena Puskesmas ini jauh dari kabupaten dan pemerintah provinsi, dan puskesmas Pagerungan Besar rasa rumah sakit,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE