
SURABAYA | SIGAP88 – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berhasil mencatatkan rapor hijau pada periode bulan kedua tahun ini.
Berdasarkan data terbaru, arus peti kemas di TPS pada Februari 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 1,36% dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month).
Kenaikan volume ini terlihat dari pergerakan peti kemas yang meningkat dari 117 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada Januari menjadi 119 ribu TEUs di bulan Februari.
Capaian ini didominasi oleh kontribusi peti kemas internasional yang menyumbang angka signifikan sebesar 113 ribu TEUs, sementara sektor domestik tercatat sebesar 6 ribu TEUs.
Pertumbuhan positif ini dipicu oleh kenaikan aktivitas di kedua lini perdagangan luar negeri.
Arus ekspor pada Februari tumbuh 3,77% (menjadi 55 ribu TEUs), sementara arus impor naik 1,79% (menjadi 57 ribu TEUs).
Secara akumulatif sepanjang Januari-Februari 2026, komposisi arus peti kemas di TPS masih cukup berimbang dengan porsi ekspor 49% dan impor 51%.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi menyatakan bahwa tren positif ini adalah buah dari konsistensi operasional perusahaan
“Pertumbuhan ini mencerminkan kinerja operasional TPS yang tetap terjaga dan konsisten, meskipun dihadapkan pada dinamika logistik internasional yang terus berkembang,” ungkap Erika, Kamis(26/3)
Salah satu daya tarik utama TPS bagi para pelaku usaha adalah efisiensi waktu. Medy Prakoso, importir dari CV. Surya Bhakti Mandiri sekaligus Wakil Ketua Kadin Surabaya, mengapresiasi layanan delivery peti kemas impor di TPS. Ia menyoroti Truck Round Time (TRT) yang kini berada di bawah 45 menit.
“Hal ini dapat meningkatkan efisiensi waktu dalam pengeluaran peti kemas impor ke gudang pemilik barang,” ujar Medy.
Ketangkasan ini juga dibuktikan secara teknis melalui angka produktivitas bongkar muat yang mencapai rata-rata 50 box/ship/hour. Angka ini berhasil melampaui standar minimum yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yaitu sebesar 48 box/ship/hour.
Meskipun terdapat koreksi tahunan (year-on-year) sebesar 3,65% akibat ketidakseimbangan antara volume kargo dan kapasitas angkut kapal (unbalancing), TPS tetap memperkokoh posisinya sebagai pemain utama. Saat ini, TPS masih memegang kendali pasar peti kemas internasional dengan pangsa pasar (market share) mencapai 83% di Pelabuhan Tanjung Perak.
Peningkatan jumlah kunjungan kapal juga tercatat naik tipis menjadi 203 kunjungan selama dua bulan pertama tahun 2026, dibandingkan 202 kunjungan pada periode yang sama tahun lalu.
















