Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri

SUMENEP | SIGAP88 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mencatat penurunan tajam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2025 berkat penguatan pencegahan dan meningkatnya kesadaran masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, mengungkapkan bahwa hingga akhir Desember 2025 kasus DBD sebanyak 1159 kasus

”Sampai akhir Desember 2025, kasus DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti sebanyak 1159 kasus,” Achmad Syamsuri, Jum’at (09/01/2026)

Sementara dibandingkan dengan kasus DBD sampai akhir Desember tahun 2024 sebanyak 1532 kasus

Baca Juga  Pustu Pagerungan Kecil Darurat Oksigen, Minta Dinkes P2KB Sumenep Tambah Stok Tabung

”Angka ini menurun tajam dibanding tahun 2024” ungkapnya

Penurunan terhadap kasus penyakit DBD, sambung Syamsuri dikarenakan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.

”Kepala Dinas kesehatan P2KB Sumenep membuat surat edaran kepada semua puskesmas yang ada di kabupaten Sumenep untuk mewaspadai terkait kasus DBD yang merupakan penyakit musiman dikala musim hujan,” ujarnya.

Selain itu, ”antisipasi kami di semua puskesmas yang ada adalah dengan penyediaan cairan, seperti, obat, infus dan sarana penunjang lainnya” imbuhnya

Bahkan, kami semua mengintensifkan penyuluhan yang berkolaborasi dengan semua pihak seperti, posyandu, kecamatan, desa, lembaga pendidikan.

Baca Juga  Perkuat Ekonomi Masyarakat, Kodim 0827 Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP

”Kami juga memanfaatkan pusling untuk melakukan woro woro kepada masyarakat untuk menginformasikan program program yang kami lakukan,” ucap Syamsuri

Syamsuri menambahkan, Kasus DBD tersebar di semua puskesmas, dan terbanyak kasus DBD ada di wilayah puskesmas Kalianget.

”Antisipasi tidak merebaknya DBD, kami melibatkan kader kader kesehatan yang ada di setiap desa yaitu , Jumantik (Juru pemantau jentik) dan di setiap lembaga pendidikan,” jelasnya.

”Tim Jumantik dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kebersihan lingkungan terutama tempat tempat penampungan air yang disertai dengan pemasangan bubuk ABATE di setiap penampungan air,” terangnya

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-05 Larangan Dampingi Program RTLH di Desa Taraban

Menurutnya, bubuk ABATE merupakan Larvasida untuk membasmi jentik nyamuk dan mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,

”Peran aktif masyarakat dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sangat efektif dalam mengantisipasi terjadinya kasus DBD, karena kesehatan merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE