
SUMENEP | Sigap88 – Pasca kejadian ambruknya joglo atau amper Pustu Pagerungan kecil mendapat respon cepat dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kejadian robohnya joglo Pustu Pagerungan Kecil pada hari Ahad 09 Maret 2025, akibat tingginya curah hujan, Kepala DKP2KB langsung menugaskan kepala bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan (SDK) Nur Insani untuk terjun langsung melakukan pemantauan terhadap Pustu Pagerungan kecil yang mengalami ambruk.
Plt kepala puskesmas (Kapus) Pagerungan besar yang melakukan investigasi ke tempat kejadian di kepulauan Pagerungan kecil bersama Kabid SDK menyampaikan bahwa, bangunan Pustu pagerungan kecil merupakan bangun yang cukup tua.
“Bangunan Pustu Pagerungan Kecil memang sudah lama sekitar 20 tahun, yang pembangunannya dari Dana Desa Pagerungan Kecil,” kata Plt Kapus Pagerumgan kecil H. Salim. Selasa (11/03).
Dan dari hasil investigasi bersama Kabid SDK juga melihat kondisi bangunan yang cukup tua maka, segera akan dilakukan rehab.
“InsyaAllah Pustu Pagerungan kecil segera dilakukan pemugaran dan rehab sesuai dengan hasil investigasi oleh DKP2KB Sumenep melalui Kabid SDK Nur Insani,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Sumenep dari Dapil VIII Syamsul Bahri, meminta agar segera ada tindakan penanganan perbaikan, sehingga bisa kembali memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat..
“Harapan saya Dinas Kesehatan cepat memperbaiki Pustu Pagerungan Kecil agar pelayanan kesehatan bisa berjalan dengan baik” ucap Bahri.
Dirinya menerangkan, sesuai dengan informasi yang didapat dari seorang petugas pustu Pangerungan Kecil saat bertugas sore bahwa, saat itu ada pasien yang menjalani rawat inap tiba tiba kayu teras ruang rawat inap roboh.
Hal ini tentu menjadi bagian dari terhambatnya proses perawatan terhadap pasien yang saat iru berada di Pustu. Sehingga para medis dan petugas berupaya mencari jalan alternatif.
“Terpaksa pasien yang ada dialihkan ke ruangan yang lain, karena untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Bersyukur saat kejadian pengunjung kebetulan kosong, hanya ada pasien rawat inap saja,” pungkasnya.














