SUMENEP | Sigap88 – Kadiskop UKM Perindag Sumenep menyebut ada 166 UMKM yang berpartisipasi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui E-katalog lokal

Moh Ramli, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah Perdagangan dan Perindustrian (Diskop UKM Perindag) Sumenep mengatakan, sesuai struktur data yang ia miliki, keberadaan UMKM di Kabupaten Sumenep di tahun 2024 ini sebanyak 282.71, mayoritas bergerak di bidang industri pengolahan, perdagangan baik besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda juga bergerak di bidang pertanian, kehutanan dan perikanan.

“UMKM tersebut didominasi bidang mikro, sekitar 98 persen, selebihnya di skala kecil dan menengah,” kata Moh Ramli, saat ditemui sigap88.com di ruang kerjanya, Selasa (03/12).

UMKM yang bergerak, terang Moh Ramli, di skala mikro tersebut meliputi, pertanian Industri, karena dalam skala tersebut ditentukan oleh jumlah modal.

Baca Juga  Kepala Beacukai Pasuruan bersama Bupati Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

“Pelabelan strata UMKM berdasarkan jumlah modal dan omsetnya,” papar Ramli.

Melihat perkembangan pelaku usaha yang ada, ucap Ramli, melakukan dorongan melakukan kegiatan dan pembinaan

“Kami melakukan dorongan dan pembinaan kepada pelaku UMKM bagaimana menjaga kualitas dan mutu produk yang diciptakan, lalu harus pandai meliat peluang pasar,” ucapnya.

Pihaknya juga mendorong dalam melakukan usaha tersebut dengan bekal legal seperti mengurus segala proses perijinannya mengenai makanan dan minuman juga yang lain.

“Pemerintah memberikan ruang dan memberikan fasilitasi dan tanpa biaya, dan pihak kami akan selalu memberikan dorongan dan sosialisasi, seperti memberikan pendampingan berkenaan dengan sertifikat halal BPOM, ijin merk, ijin edar,” jelasnya.

Baca Juga  Babinsa Koramil 0826-05 Larangan Dampingi Petani Desa Panaguan Rawat Tanaman Holtikultura

Bahkan Pemkab telah bekerja sama dengan PT. Andalan Semeru yang merupakan PT yang telah memiliki warung bersama UMKM halal Hub yang ada di Tajamara.

“Hal itu merupakan wujud nyata pelayanan kami, kepada pelaku UMKM agar benar benar usahanya legal,” tegasnya.

Pemerintah juga memberikan dorongan dengan memfasilitasi pemasaran, di siapkan pemasaran terbuka untuk semua pelaku UMKM, yang ada di Mall UMKM di depan keraton Soengenep.

Guna meningkatkan dan mengenalkan produk UMKM, produk kita bisa di ikutkan dalam ajang pameran baik lokal maupun regional dan kami juga siap melakukan pemasaran dengan aplikasi.

“Sepanjang tahun ini peningkatan ekonomi masyarakat melalui UMKM mengalami trend naik dan keterlibatan UMKM di setiap kalender event, berdampak positif kepada peningkatan pendapatan bagi UMKM, sehingga peningkatan ekonomi dari tahun 2023 ke 2024 sebesar 2 persen,” paparnya

Baca Juga  Jaga Stabilitas Kamtibmas, Polres Sumenep Gelar Rapat Koordinasi Soal Isu BBM dan Sembako

Moh Ramli memungkasi, untuk tahun 2025 konsisten dalam program program yang sudah di jalankan.

“Kami memberikan bantuan berbentuk hibah kepada kelompok atau lembaga, yang bergerak dibidang industri, perdagangan, tergantung dari jenis program kita,” pungkasnya

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seijin redaksi. sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE